Irak – Harapan Timnas Irak untuk melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 memang semakin berat setelah kembali menelan kekalahan pada laga kedua Grup I. Meski harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor telak 0-3, pelatih Graham Arnold menegaskan bahwa peluang timnya belum sepenuhnya tertutup.

Kekalahan tersebut membuat Irak harus bekerja ekstra keras pada pertandingan terakhir fase grup. Selain wajib meraih kemenangan, Singa Mesopotamia juga harus berharap hasil pertandingan dari grup lain berpihak kepada mereka agar bisa lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Prancis Terlalu Tangguh untuk Irak

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) pagi WIB, memperlihatkan dominasi Prancis sejak awal laga. Tim asuhan Didier Deschamps mampu memanfaatkan setiap peluang dengan sangat efektif sehingga berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan.

Kylian Mbappe kembali menjadi bintang lapangan setelah mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-14 dan menit ke-54. Sementara itu, satu gol tambahan di cetak Ousmane Dembele pada menit ke-66 yang memastikan Les Bleus menang dengan skor 3-0.

Hasil tersebut membawa Prancis mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sekaligus memastikan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka juga untuk sementara memimpin klasemen Grup I dengan catatan sempurna.

Sebaliknya, Irak harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami kekalahan kedua secara beruntun. Sebelumnya, mereka juga gagal meraih poin saat di kalahkan Norwegia dengan skor 1-4 pada pertandingan pembuka grup.

Graham Arnold Fokus Hadapi Senegal

Meskipun peluang timnya semakin menipis, Graham Arnold menegaskan bahwa dirinya belum kehilangan keyakinan. Pelatih asal Australia tersebut memilih mengalihkan fokus sepenuhnya kepada pertandingan terakhir melawan Senegal yang akan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026).

Menurut Arnold, kemenangan atas Senegal menjadi target utama agar Irak tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan di turnamen ini. Selain itu, mereka juga berharap mampu bersaing sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke fase gugur.

Ia menilai peluang tersebut masih terbuka karena delapan tim peringkat ketiga akan mendapatkan tiket menuju babak berikutnya. Oleh sebab itu, seluruh pemain di minta tetap menjaga semangat dan tidak kehilangan motivasi meski situasi yang di hadapi cukup sulit.

Arnold menegaskan bahwa fokus tim saat ini hanya tertuju pada satu pertandingan penting tersebut tanpa memikirkan hal lain terlebih dahulu.

Graham Arnold memberikan instruksi kepada pemain Timnas Irak

Graham Arnold, pelatih kepala Irak, bereaksi selama pertandingan Grup I antara Norwegia dan Irak di Piala Dunia 2026 di Stadion Boston di Boston, Amerika Serikat, 16 Juni 2026

Penampilan Babak Pertama Dinilai Menjanjikan

Di balik hasil mengecewakan tersebut, Graham Arnold tetap memberikan apresiasi kepada performa para pemainnya, khususnya selama babak pertama berlangsung.

Menurutnya, Irak mampu menjalankan strategi yang telah di siapkan dan sempat menyulitkan permainan Prancis dalam beberapa momen. Organisasi pertahanan juga berjalan cukup baik sehingga lawan tidak leluasa mengembangkan permainan.

Namun situasi berubah drastis setelah Prancis mencetak gol kedua melalui Mbappe pada awal babak kedua. Arnold mengakui gol tersebut berawal dari kesalahan lini belakang yang akhirnya mengubah jalannya pertandingan.

Ia mengatakan bahwa tim sebenarnya telah memperlihatkan sejumlah hal positif sebelum kesalahan tersebut terjadi. Karena itu, dirinya ingin para pemain belajar dari penampilan babak pertama sebagai modal menghadapi Senegal.

Mbappe Kembali Tampil Luar Biasa

Selain menyoroti performa timnya, Graham Arnold juga memberikan pujian kepada Kylian Mbappe yang kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

Menurut Arnold, kecepatan yang di miliki penyerang Prancis itu menjadi ancaman terbesar sepanjang pertandingan. Faktor tersebut pula yang membuat Irak memilih bermain lebih dalam untuk mengurangi ruang gerak Mbappe di belakang garis pertahanan.

Meski demikian, strategi tersebut tetap belum mampu menghentikan ketajaman sang penyerang yang sukses mencetak dua gol dan menjadi pembeda dalam pertandingan.

Arnold menilai kemampuan Mbappe memanfaatkan ruang kosong membuatnya sangat sulit di hentikan. Oleh karena itu, ia menganggap penyerang berusia 27 tahun tersebut memang layak di sebut sebagai salah satu pemain paling berbahaya di dunia saat ini.

Persaingan Top Skor Semakin Sengit

Dua gol yang di cetak Mbappe juga membuat persaingan perebutan gelar top skor Piala Dunia 2026 semakin menarik.

Arnold memperkirakan kompetisi menuju pencetak gol terbanyak akan berlangsung ketat hingga akhir turnamen. Menurutnya, Mbappe akan bersaing langsung dengan Lionel Messi serta Erling Haaland yang sama-sama tampil tajam pada pertandingan hari yang sama.

Dengan kualitas yang di miliki ketiga pemain tersebut, Arnold yakin perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu sorotan utama sepanjang turnamen berlangsung.

Sementara itu, bagi Irak, laga menghadapi Senegal akan menjadi kesempatan terakhir untuk menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Kemenangan mutlak menjadi harga mati, sembari berharap hasil pertandingan lain memberikan keuntungan bagi Singa Mesopotamia agar tetap bertahan di panggung Piala Dunia 2026.