Internet Rakyat Perkembangan teknologi digital menuntut ketersediaan akses internet. Yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks tersebut, kehadiran Internet Rakyat menjadi fenomena penting yang menarik perhatian publik. Layanan ini viral karena menawarkan harga langganan yang rendah dengan kecepatan yang relatif tinggi. Seiring meningkatnya minat masyarakat. Internet Rakyat kini memasuki tahap komersialisasi sebagai bagian dari strategi implementasi jangka panjang.

Tahap ini menandai peralihan Internet Rakyat dari proyek pengenalan menuju layanan komersial yang berkelanjutan. Dengan demikian, layanan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan kesenjangan digital di berbagai wilayah Indonesia.

Tahap Komersialisasi Internet Rakyat Tahun 2026

Internet Rakyat di jadwalkan menjalankan proses komersial pada periode Januari hingga Juni 2026. Pada fase ini, penyedia layanan mulai melaksanakan distribusi perangkat pelanggan serta aktivasi jaringan secara bertahap. Perangkat yang di maksud berupa Customer Premises Equipment (CPE) atau modem yang menjadi penghubung utama antara jaringan dan pengguna akhir.

Namun, distribusi CPE tidak dilakukan secara umum. Perangkat hanya di kirimkan kepada calon pelanggan yang telah menyelesaikan proses pendaftaran. Skema ini di rancang untuk memastikan ketepatan sasaran distribusi. Sekaligus mempercepat proses aktivasi layanan. Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat langsung menikmati layanan setelah perangkat di terima tanpa hambatan administratif tambahan.

Karakteristik Teknologi Internet Rakyat

Dari sisi teknis, Internet Rakyat merupakan layanan WiFi yang berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA). Teknologi ini memanfaatkan Open Radio Access Network (Open RAN) yang beroperasi pada frekuensi 1,4 GHz. Pendekatan Open RAN memungkinkan sistem jaringan yang lebih fleksibel dan efisien di bandingkan arsitektur jaringan konvensional.

Pemanfaatan teknologi FWA memungkinkan distribusi internet dilakukan secara nirkabel melalui menara Base Transceiver Station (BTS). Oleh karena itu, layanan ini tidak memerlukan pemasangan kabel fisik ke rumah pelanggan. Karakteristik tersebut menjadikan Internet Rakyat relevan untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan kabel, termasuk daerah terpencil dan kepulauan.

Peran Perusahaan Pengembang Internet Rakyat

Internet Rakyat digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) sebagai inisiator utama layanan. Dalam pelaksanaannya, perusahaan ini menjalin kerja sama strategis dengan OREX SAI, sebuah perusahaan teknologi asal Jepang yang memiliki pengalaman dalam pengembangan jaringan telekomunikasi.

Untuk memperkuat implementasi di Indonesia, OREX SAI mendirikan anak perusahaan bernama PT OREX SAI Indonesia. Perusahaan ini bertanggung jawab dalam pengembangan Radio Unit (RU) pada frekuensi 1,4 GHz serta memimpin operasional Internet Rakyat di tingkat nasional. Kolaborasi lintas negara ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan berbasis teknologi mutakhir.

Layanan Internet Rakyat berbasis teknologi 5G FWA di Indonesia

Ilutrasi WiFi Internet Rakyat dari ISP Surge. Wilayah yang sudah masuk jangkauan Internet Rakyat.(internetrakyat.id)

Wilayah Cakupan Internet Rakyat

Berdasarkan informasi resmi dari pengelola layanan, jaringan Internet Rakyat saat ini telah tersedia di beberapa wilayah strategis. Wilayah tersebut meliputi Pulau Jawa, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua. Cakupan awal ini menunjukkan fokus layanan pada wilayah dengan kebutuhan tinggi terhadap alternatif akses internet.

Meskipun belum menjangkau seluruh Indonesia, ketersediaan layanan di wilayah tersebut menjadi langkah awal yang signifikan. Perluasan jaringan direncanakan akan dilakukan secara bertahap seiring dengan kesiapan infrastruktur dan permintaan masyarakat.

Prosedur Pendaftaran Internet Rakyat

Masyarakat yang berada di wilayah layanan dapat melakukan pendaftaran Internet Rakyat secara daring. Proses pendaftaran di rancang agar mudah di akses dan tidak memerlukan prosedur yang kompleks. Calon pelanggan cukup mengunjungi situs resmi penyedia layanan untuk memulai proses pra-registrasi.

Tahap awal pendaftaran meliputi pengisian data pribadi seperti nama lengkap, alamat email, dan nomor WhatsApp aktif. Setelah itu, pengguna akan menerima kode verifikasi melalui WhatsApp untuk memastikan keabsahan data. Selanjutnya, calon pelanggan di minta melengkapi informasi lokasi secara rinci. Termasuk alamat lengkap dan titik koordinat melalui peta digital. Proses pendaftaran di akhiri dengan persetujuan terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku.

Skema Biaya dan Keunggulan Layanan

Salah satu aspek utama yang menjadikan Internet Rakyat menarik adalah struktur biayanya. Layanan ini menawarkan biaya langganan sebesar Rp100.000 per 30 hari, termasuk pajak. Dengan tarif tersebut, pengguna dapat menikmati akses internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps.

Selain tarif yang terjangkau, Internet Rakyat juga memberikan berbagai insentif bagi pengguna baru. Insentif tersebut mencakup gratis biaya langganan pada bulan pertama, kuota tanpa batas, serta pembebasan biaya pemasangan. Kombinasi harga dan fasilitas ini menjadikan Internet Rakyat sebagai alternatif yang kompetitif dalam ekosistem layanan internet nasional.