Festival Budaya Etnis Vietnam – Libur Hari Nasional Vietnam yang jatuh pada 2 September 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati beragam kegiatan budaya. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Desa Budaya dan Pariwisata Etnis Vietnam di Komune Doai Phuong, Hanoi.

Sejak rangkaian libur berlangsung, masyarakat lokal hingga wisatawan berdatangan untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan kekayaan budaya berbagai kelompok etnis di Vietnam. Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan, hingga sajian kuliner khas masyarakat dataran tinggi.

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama adalah “Pasar Dataran Tinggi – Festival Dataran Tinggi”. Kegiatan tersebut digelar mulai 29 Agustus hingga 2 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian program “Perayaan Hari Kemerdekaan”.

Festival ini menghadirkan suasana kehidupan masyarakat dataran tinggi melalui berbagai aktivitas. Selain menjadi tempat menikmati hiburan, pengunjung dapat mengenal tradisi, kesenian, produk lokal, serta berbagai keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun oleh kelompok etnis setempat.

Pasar Dataran Tinggi Hadirkan Kekayaan Budaya

Penyelenggaraan festival melibatkan Desa Budaya dan Pariwisata Etnis Vietnam bersama sejumlah pihak. Dinas kebudayaan, olahraga, dan pariwisata Provinsi Son La dan Cao Bang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, Pusat Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Cao Bang, komunitas etnis, serta para pedagang dari kawasan dataran tinggi ikut meramaikan acara. Kolaborasi tersebut membuat festival menjadi ruang pertemuan berbagai unsur budaya dari sejumlah wilayah.

Suasana meriah sudah terlihat sejak pagi pada 29 Agustus 2026. Area pasar di penuhi kios yang menawarkan beragam produk khas daerah. Makanan tradisional, hasil kerajinan tangan, hingga produk yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dataran tinggi tersedia untuk di perkenalkan kepada pengunjung.

Tidak hanya berbelanja, wisatawan juga memiliki kesempatan menyaksikan secara langsung proses pembuatan sejumlah kerajinan. Dengan demikian, festival memberikan pengalaman yang lebih interaktif karena pengunjung dapat mengetahui bagaimana produk tradisional di buat sekaligus memahami nilai budaya di baliknya.

Kerajinan Tradisional Jadi Daya Tarik Wisatawan

Sejumlah keterampilan tradisional masyarakat etnis minoritas mendapat perhatian dalam penyelenggaraan pasar tahun ini. Kelompok etnis Nung dari Cao Bang, misalnya, memperkenalkan keterampilan membuat dupa dan kertas secara manual.

Proses tersebut menjadi salah satu sarana untuk menunjukkan hubungan antara kehidupan sehari-hari masyarakat dengan tradisi yang terus di pertahankan hingga sekarang. Demonstrasi kerajinan juga membantu pengunjung memahami bahwa produk tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan identitas budaya masyarakat pembuatnya.

Selain pembuatan dupa dan kertas, pengunjung dapat mengenal kerajinan pandai besi Phuc Sen. Tradisi tersebut memiliki sejarah panjang yang di perkirakan telah berlangsung selama sekitar 300 tahun.

Kerajinan pandai besi Phuc Sen bahkan telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda nasional. Kehadirannya dalam festival memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengenal salah satu keterampilan tradisional yang masih di pertahankan oleh komunitas setempat.

Demonstrasi langsung menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Pengunjung dapat melihat tahapan pembuatan produk sekaligus memperoleh gambaran mengenai pengetahuan dan keterampilan yang di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Festival budaya etnis Vietnam menampilkan seni dan tradisi masyarakat dataran tinggi

Para wanita muda menampilkan seni etnik tradisional di Pasar Raya Dataran Tinggi pada tahun 2026. Foto: Panitia Penyelenggara.

Festival Jadi Ruang Interaksi Masyarakat

Pasar dataran tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi barang. Penyelenggara menjadikannya sebagai ruang interaksi antara masyarakat dari berbagai komunitas dengan wisatawan.

Para peserta dapat memperkenalkan hasil produksi, kerajinan, makanan, serta tradisi daerah masing-masing. Sementara itu, pengunjung mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang menjaga tradisi tersebut.

Konsep tersebut membuat suasana pasar memiliki karakter yang berbeda di bandingkan pusat perdagangan pada umumnya. Aktivitas jual beli berpadu dengan kegiatan edukasi dan pertukaran budaya.

Wisatawan juga dapat mencicipi beragam kuliner autentik dari dataran tinggi. Kehadiran makanan tradisional semakin melengkapi pengalaman pengunjung dalam mengenal budaya melalui cita rasa, kerajinan, hingga pertunjukan kesenian.

Pertunjukan Seni Rakyat Semarakkan Festival

Selain kerajinan dan kuliner, berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan area festival. Setiap kelompok etnis menampilkan kesenian yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka.

Kelompok etnis Nung menghadirkan tari Singa-Kucing. Sementara itu, masyarakat Dao memperkenalkan nyanyian Then dan tarian lonceng yang menjadi bagian dari tradisi mereka.

Kesenian dari kelompok etnis Mong juga tampil melalui permainan seruling khen serta lagu-lagu rakyat. Selanjutnya, masyarakat Lao menghadirkan tari Lam Vong yang turut menambah keragaman pertunjukan selama kegiatan berlangsung.

Kelompok Kho Mu menampilkan tari au eo dan permainan alat musik tradisional dao dao. Adapun kelompok etnis Thai mempersembahkan tari xoe, salah satu bentuk kesenian yang menjadi bagian penting dari kehidupan budaya masyarakatnya.

Rangkaian pertunjukan kemudian semakin lengkap dengan Tari Persatuan yang menggambarkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, “Pasar Dataran Tinggi – Festival Dataran Tinggi” menjadi lebih dari sekadar agenda wisata selama libur Hari Nasional Vietnam. Festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga kekayaan budaya berbagai kelompok etnis.

Kehadiran masyarakat dan wisatawan juga membuka kesempatan lebih luas bagi tradisi lokal untuk di kenal lintas generasi. Di tengah perkembangan zaman, kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kerajinan, seni pertunjukan, kuliner, serta nilai kehidupan masyarakat dataran tinggi agar tetap di kenal oleh publik.