KAI Daop 1 Jakarta mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang pada Minggu, 4 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, arus kedatangan penumpang mencapai angka tertinggi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tercatat lebih dari 53 ribu penumpang tiba di stasiun-stasiun yang berada dalam wilayah operasional Daop 1 Jakarta. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke ibu kota setelah libur akhir tahun. Kondisi tersebut juga mencerminkan peran Jakarta sebagai pusat aktivitas nasional.

Selain faktor libur panjang, keandalan layanan kereta api turut mendorong peningkatan arus kedatangan. Kemudahan akses serta ketepatan waktu menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih moda transportasi ini.

Arus Keberangkatan yang Tetap Tinggi

Di sisi lain, jumlah penumpang yang berangkat dari Daop 1 Jakarta juga berada pada level yang cukup tinggi. Pada hari yang sama, puluhan ribu penumpang tercatat meninggalkan Jakarta menggunakan kereta api jarak jauh.

Data operasional menunjukkan lebih dari 42 ribu penumpang melakukan perjalanan keberangkatan. Kondisi ini menggambarkan pergerakan penumpang yang berlangsung dua arah. Baik kedatangan maupun keberangkatan terjadi secara bersamaan.

Oleh karena itu, pengelolaan operasional menjadi aspek penting. Penyesuaian jadwal dan kesiapan sarana harus dilakukan secara optimal. Dengan demikian, kelancaran perjalanan dapat tetap terjaga meskipun volume penumpang meningkat.

Lonjakan penumpang kereta api di Stasiun Daop 1 Jakarta selama periode Natal dan Tahun Baru.

Stasiun Pasar Senen.

Perbandingan dengan Periode Nataru Tahun Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya, jumlah penumpang pada tahun 2025/2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selama masa libur ini, tercatat lebih dari 809 ribu penumpang berangkat dari stasiun-stasiun Daop 1 Jakarta.

Peningkatan tersebut menunjukkan pemulihan mobilitas masyarakat pascapandemi. Selain itu, kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api juga semakin kuat. Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi alasan utama.

Sementara itu, penjualan tiket mengalami kenaikan lebih dari delapan persen di bandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya periode libur Nataru.

Dampak Lonjakan Penumpang terhadap Operasional Layanan

Lonjakan jumlah penumpang memberikan tantangan tersendiri bagi pengelola layanan kereta api. Peningkatan volume penumpang menuntut kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung.

Namun demikian, kondisi ini juga membuka peluang peningkatan layanan. Evaluasi pola perjalanan selama Nataru dapat di gunakan sebagai dasar perencanaan ke depan. Penambahan perjalanan dan peningkatan fasilitas stasiun menjadi langkah strategis.

Di samping itu, pengelolaan arus penumpang yang efektif dapat meningkatkan pengalaman perjalanan. Dengan pendekatan yang adaptif, layanan kereta api dapat tetap kompetitif.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, periode Nataru 2025/2026 menunjukkan lonjakan signifikan arus penumpang di wilayah Daop 1 Jakarta. Rekor kedatangan harian serta tingginya angka keberangkatan mencerminkan dinamika mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Oleh sebab itu, pengelolaan layanan yang terencana dan berkelanjutan menjadi kebutuhan utama. Dengan strategi yang tepat, transportasi kereta api dapat terus menjadi pilihan andalan masyarakat.