Meta – kembali memperkuat jajaran model kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada kebutuhan pemrograman. Perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut resmi memperkenalkan Muse Spark 1.3 pada Rabu, 2 September 2026.
Model AI ini hadir sebagai generasi terbaru setelah Muse Spark 1.2 yang meluncur pada awal Agustus 2026. Dengan demikian, Meta hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menghadirkan pembaruan berikutnya.
Muse Spark 1.3 membawa sejumlah peningkatan, terutama dalam kemampuan coding dan penyelesaian pekerjaan berbasis agentic. Melalui kemampuan tersebut, AI dapat menjalankan serangkaian tahapan kerja serta memanfaatkan berbagai tools secara mandiri untuk menyelesaikan instruksi pengguna.
Meta juga meningkatkan kemampuan model dalam menangani pekerjaan pemrograman yang kompleks dan membutuhkan waktu panjang. Perusahaan menilai peningkatan tersebut dapat membuat Muse Spark 1.3 semakin relevan sebagai alat pendukung produktivitas developer.
Performa Coding Muse Spark 1.3 Meningkat
Salah satu peningkatan utama Muse Spark 1.3 terlihat pada hasil benchmark yang di publikasikan Meta. Dalam pengujian DeepSWE v1.1, model terbaru tersebut memperoleh skor 75,4.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup besar di bandingkan Muse Spark 1.2 yang mencatat skor 55 pada pengujian serupa.
Berdasarkan data pengujian yang di cantumkan Meta, skor Muse Spark 1.3 juga melampaui beberapa model AI lain yang masuk dalam perbandingan perusahaan. Meta mencantumkan GPT-5.6 Sol dari OpenAI dengan skor 73, sementara Opus 5 dari Anthropic memperoleh skor 74.
Namun, hasil benchmark pada dasarnya menggambarkan performa model dalam kondisi pengujian tertentu. Kemampuan AI dalam penggunaan sehari-hari tetap dapat berbeda tergantung jenis tugas, lingkungan pengembangan, tools, serta instruksi yang di berikan pengguna.
Fokus pada Tugas Coding Jangka Panjang
Meta memberikan perhatian besar terhadap kemampuan long-horizon coding dalam pengembangan Muse Spark 1.3. Istilah tersebut merujuk pada pekerjaan pemrograman yang membutuhkan banyak tahapan dan berlangsung dalam durasi panjang.
Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, Meta melatih Muse Spark 1.3 menggunakan lebih banyak tugas pemrograman jangka panjang. Pendekatan ini bertujuan membuat model mampu mempertahankan konteks pekerjaan sekaligus menyelesaikan rangkaian tugas secara lebih efisien.
Engineer Meta mencatat bahwa Muse Spark 1.3 membutuhkan sekitar 20 persen lebih sedikit pemanggilan tools di bandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, konsumsi token model baru tersebut berkurang sekitar 25 persen di bandingkan Muse Spark 1.2.
Efisiensi itu memiliki peran penting ketika developer menggunakan AI untuk mengerjakan proyek kompleks. Semakin sedikit tool calls dan token yang diperlukan, semakin efisien pula proses penyelesaian pekerjaan yang berlangsung dalam banyak tahapan.

Meta kembali memperbarui model kecerdasan buatan (AI) andalannya yang difokuskan untuk pemrograman (coding). Kali ini, perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut merilis Muse Spark 1.3 pada Rabu (2/9/2026).
Bisa Menangani Beberapa Alur Kerja
Pembaruan Muse Spark 1.3 tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis kode. Meta turut meningkatkan cara model memahami beberapa pekerjaan yang berlangsung dalam satu percakapan panjang.
Sebagai contoh, developer dapat meminta AI menyelesaikan sebuah pekerjaan, kemudian memberikan tugas lain sebelum pekerjaan pertama selesai. Setelah itu, pengguna dapat kembali melanjutkan tugas sebelumnya.
Muse Spark 1.3 di klaim mampu memahami tugas mana yang berkaitan dengan instruksi terbaru. Kemampuan tersebut membantu mengurangi kemungkinan model menerapkan perintah pada pekerjaan yang keliru.
Meta mengembangkan karakteristik ini agar Muse Spark 1.3 dapat berfungsi lebih efektif sebagai pendamping kerja developer. Model dapat mengikuti alur pekerjaan yang dinamis tanpa mengharuskan pengguna selalu memulai percakapan baru.
Gaya Coding Lebih Ringkas dan Bersih
Meta turut melakukan perubahan pada gaya kerja Muse Spark 1.3. Perusahaan mengklaim model terbaru menghasilkan kode dengan pendekatan yang lebih bersih di bandingkan Muse Spark 1.2.
Model juga dirancang agar tidak memberikan penjelasan berlebihan ketika hal tersebut tidak diperlukan. Dengan begitu, AI dapat mengurangi percakapan maupun langkah tambahan yang tidak memberikan kontribusi langsung terhadap penyelesaian tugas.
Pendekatan tersebut dapat membantu developer yang membutuhkan respons lebih ringkas dan berorientasi pada penyelesaian pekerjaan.
Selain efisiensi, Meta memberikan perhatian terhadap risiko halusinasi AI. Muse Spark 1.3 memiliki kemampuan lebih baik untuk mendeteksi kemungkinan celah atau kesalahan dalam rencana kerja yang di buatnya sendiri.
Ketika menemukan masalah, model dapat melakukan koreksi secara proaktif sebelum melanjutkan pekerjaan. Kemampuan ini menjadi bagian dari pengembangan agentic workflows yang memungkinkan AI menjalankan tugas dengan tingkat kemandirian lebih tinggi.
Harga API Muse Spark 1.3 Tidak Berubah
Meta mulai menyediakan Muse Spark 1.3 melalui Muse Code dan Meta Model API. Meski menghadirkan sejumlah peningkatan kemampuan, perusahaan tidak menaikkan biaya penggunaan API model terbaru tersebut.
Tarif standar tetap berada di angka 1,25 dollar AS untuk setiap satu juta token input. Sementara itu, satu juta token input yang telah tersimpan dalam cache di kenai tarif 0,15 dollar AS. Untuk output, Meta menetapkan biaya sebesar 4,25 dollar AS per satu juta token.
Selain skema standar, Meta masih menawarkan Contributor Tier bagi developer yang memberikan izin penggunaan data untuk membantu perusahaan meningkatkan kemampuan model AI.
Melalui skema tersebut, developer mendapatkan tarif lebih rendah, yakni 0,10 dollar AS per satu juta token input dan 0,20 dollar AS per satu juta token output.
Kehadiran Muse Spark 1.3 menunjukkan langkah Meta dalam mempercepat pengembangan AI khusus pemrograman. Peningkatan pada long-horizon coding, efisiensi penggunaan tools, pengelolaan beberapa alur pekerjaan, serta kemampuan agentic menjadi bagian penting dari pembaruan kali ini.
Dengan kemampuan tersebut, Muse Spark 1.3 di arahkan tidak hanya sebagai alat pembuat kode, tetapi juga sebagai AI yang dapat membantu developer menangani rangkaian pekerjaan pemrograman secara lebih mandiri dan efisien.