ITF World Tennis Tour – Pasangan tenis Indonesia, Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp, semakin dekat dengan peluang meraih gelar juara pada ajang Men’s World Tennis Championship 2026. Keduanya berhasil mengamankan tiket pertandingan puncak nomor ganda setelah melewati persaingan ketat pada babak semifinal.

Rafalentino/Ethan tampil pada semifinal Seri IV ITF World Tennis Tour M-15 yang berlangsung di Bali Beach Country Club, Jumat (4/9/2026). Dalam pertandingan tersebut, mereka berhadapan dengan unggulan keempat, Sebastian Grundtvic Jorgensen/Ryotaro Taguchi.

Meski menghadapi pasangan yang memiliki posisi unggulan lebih tinggi, Rafalentino dan Ethan tidak kehilangan kepercayaan diri. Sebaliknya, mereka mampu menunjukkan permainan solid sejak awal pertandingan. Strategi yang berjalan efektif membawa pasangan tersebut meraih kemenangan dua set langsung dengan skor identik 6-4 dan 6-4.

Rafalentino/Ethan Tampil Solid di Semifinal

Pertandingan berlangsung kompetitif sejak set pertama. Sebastian/Ryotaro mencoba memberikan tekanan, tetapi Rafalentino/Ethan mampu menjaga konsistensi permainan. Mereka juga tampil disiplin dalam mempertahankan poin-poin penting.

Rafalentino beberapa kali mengandalkan pukulan forehand dan backhand untuk menekan lawan dari area belakang lapangan. Sementara itu, Ethan mengambil peran penting di depan net dengan sejumlah cegatan voli yang menyulitkan Sebastian/Ryotaro.

Kombinasi tersebut membuat pasangan Indonesia mampu mengendalikan momentum pertandingan. Setelah mengamankan set pembuka dengan skor 6-4, Rafalentino/Ethan mempertahankan pola permainan mereka pada set berikutnya.

Sebastian/Ryotaro sempat memberikan perlawanan untuk menjaga peluang melanjutkan pertandingan. Namun, Rafalentino dan Ethan tetap tenang menghadapi tekanan. Mereka kembali menutup set kedua dengan skor 6-4 sekaligus memastikan kemenangan setelah bertanding selama 1 jam 6 menit.

Hasil itu terasa semakin spesial karena membawa Rafalentino/Ethan mencapai final nomor ganda untuk pertama kalinya. Selain itu, kemenangan pada semifinal juga menjadi hadiah istimewa bertepatan dengan ulang tahun Ethan yang ke-17.

Rafalentino mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menembus pertandingan puncak menjadi catatan penting dalam perjalanan mereka sebagai pasangan ganda.

“Kemenangan ini jadi kado terbaik untuk ultah ke-17 Ethan David. Ini juga jadi rekor tersendiri bagi kami karena bisa mencapai final pertama kalinya di nomor ganda,” kata Rafalentino dalam keterangan tertulis.

Fokus Menjadi Kunci Menuju Pertandingan Final

Meski sudah mengamankan tempat di final, Rafalentino tidak ingin terlena. Ia menilai konsentrasi sepanjang pertandingan menjadi salah satu faktor utama yang membantu mereka melewati semifinal.

Rafalentino menegaskan bahwa dirinya dan Ethan harus mempertahankan fokus dalam setiap gim. Mereka juga tidak boleh memandang sebelah mata kekuatan lawan yang akan dihadapi pada pertandingan perebutan gelar.

“Kami harus fokus dan tidak boleh lengah sama sekali di setiap gamenya. Ini menjadi faktor penting dalam kemenangan hari ini,” ujarnya.

Ethan juga memberikan apresiasi terhadap permainan rekannya. Menurut petenis muda tersebut, Rafalentino mampu menghadapi situasi penuh tekanan dengan baik. Kemampuan membaca permainan dan menentukan strategi pada momen penting turut membantu mereka mengamankan kemenangan.

“Dia bagus sekali saat menghadapi tekanan dan bisa membantu saya. Kami harus tetap fokus untuk final,” kata Ethan.

Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp lolos ke final ITF M-15 Bali 2026

Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp ke final ganda putra Men’s World Tennis Championship 2026.

Hadapi Alexander Chang/Pablo Perez Ramos di Final

Pada pertandingan final, Rafalentino/Ethan akan menghadapi pasangan Alexander Chang/Pablo Perez Ramos. Duet Amerika Serikat dan Spanyol tersebut mendapatkan tiket final setelah menyingkirkan pasangan India, Shanker Heisnam/Karan Singh.

Alexander/Pablo mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-3 dan 6-4. Hasil tersebut membuat mereka menjadi tantangan terakhir yang harus dilewati Rafalentino/Ethan untuk membawa pulang gelar dari Seri IV ITF World Tennis Tour M-15 di Bali.

Pertandingan final tersebut akan menjadi ujian penting bagi Rafalentino dan Ethan. Performa konsisten, ketenangan ketika menghadapi tekanan, serta koordinasi di lapangan akan menjadi faktor penting dalam persaingan memperebutkan gelar.

Indonesia Kehilangan Wakil di Tunggal Putra

Sementara pasangan Rafalentino/Ethan menjaga peluang Indonesia di sektor ganda, hasil berbeda terjadi pada nomor tunggal putra. Indonesia gagal menempatkan wakilnya pada babak semifinal setelah Nathan Barki tersingkir.

Nathan menghadapi petenis India, Karan Singh, pada pertandingan sebelumnya. Karan mampu mengakhiri perjuangan wakil Indonesia tersebut dalam dua set langsung setelah pertandingan berjalan selama 1 jam 16 menit.

Kemenangan itu membawa Karan, yang menempati posisi unggulan keempat, melaju ke semifinal. Selanjutnya, ia dijadwalkan menghadapi petenis Jepang Ryotaro Taguchi.

Taguchi mendapatkan tempat di semifinal setelah melewati pertarungan tiga set menghadapi Hayden Jones. Ia tampil dominan pada set pertama dan menang 6-0. Namun, Jones bangkit pada set kedua untuk merebut kemenangan 7-5.

Persaingan semakin ketat pada set penentuan. Taguchi akhirnya mampu menjaga momentum pada fase penting dan mengunci kemenangan 7-5. Hasil tersebut memastikan langkahnya menuju semifinal.

Dengan tersingkirnya Nathan Barki, perhatian publik Indonesia kini tertuju pada Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp. Pasangan tersebut membawa harapan tuan rumah untuk meraih prestasi pada nomor ganda Seri IV ITF World Tennis Tour M-15 di Bali.