Rawan Bencana Di Dunia 2025 – Indonesia kembali masuk dalam daftar negara dengan tingkat risiko bencana alam tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan WorldRiskIndex 2025, Indonesia menempati urutan ketiga dengan skor risiko mencapai 39,80.

Posisi tersebut menempatkan Indonesia tepat di bawah Filipina dan India. Filipina mencatat skor tertinggi sebesar 46,56, sedangkan India berada di posisi kedua dengan angka 40,73.

WorldRiskIndex menggunakan sejumlah indikator untuk melihat seberapa besar risiko bencana yang dihadapi suatu negara. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan tingkat paparan terhadap berbagai bahaya alam, tetapi juga memperhitungkan kerentanan masyarakat ketika menghadapi dampak bencana.

Semakin tinggi skor yang tercatat, semakin besar pula potensi dampak serius yang dapat muncul ketika bencana melanda negara tersebut.

Laporan WorldRiskIndex 2025 menempatkan lima negara di posisi teratas, yakni Filipina dengan skor 46,56, India 40,73, Indonesia 39,80, Kolombia 39,26, dan Meksiko 38,96.

Filipina Punya Risiko Bencana Tertinggi

Filipina menduduki peringkat pertama dalam daftar negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia pada 2025. Negara kepulauan tersebut memperoleh skor WorldRiskIndex sebesar 46,56.

Kondisi geografis menjadi salah satu faktor utama yang membuat Filipina menghadapi ancaman bencana cukup besar. Wilayah negara tersebut berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire yang memiliki aktivitas vulkanik dan tektonik tinggi.

Akibatnya, gempa bumi dan aktivitas gunung berapi menjadi ancaman yang kerap muncul. Gempa dengan pusat di bawah laut juga dapat meningkatkan potensi tsunami yang membahayakan masyarakat di wilayah pesisir.

Tidak hanya menghadapi ancaman geologis, Filipina juga berada di jalur topan tropis. Fenomena tersebut dapat membawa angin kencang dan curah hujan tinggi yang kemudian meningkatkan risiko banjir serta tanah longsor.

WorldRiskIndex 2025 memberikan Filipina skor paparan bahaya sebesar 39,99. Sementara itu, tingkat kerentanannya mencapai 54,20. Tingginya kedua indikator tersebut membuat Filipina menduduki peringkat pertama.

India Menghadapi Beragam Ancaman Bencana

India berada tepat di bawah Filipina dengan skor risiko sebesar 40,73. Luas wilayah dan karakter geografis yang sangat beragam membuat India menghadapi berbagai jenis ancaman alam.

Wilayah Himalaya di bagian utara India, misalnya, memiliki aktivitas tektonik yang tinggi. Karena itu, kawasan tersebut menghadapi ancaman gempa bumi sekaligus tanah longsor.

Sementara itu, musim hujan dan monsun dapat meningkatkan risiko banjir di sejumlah kawasan dataran rendah. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir juga menghadapi ancaman siklon tropis, gelombang badai, hingga tsunami akibat aktivitas tektonik bawah laut.

Di sisi lain, beberapa daerah di India secara berkala harus menghadapi kekeringan dan suhu ekstrem.

Dalam laporan 2025, India memperoleh skor paparan sebesar 35,99. Adapun skor kerentanannya tercatat mencapai 46,10.

Indonesia peringkat ketiga negara paling rawan bencana di dunia 2025

Gempa Filipina pada Senin (8/6/2026) dikonfirmasi setidaknya telah menyebabkan tiga orang tewas.

Indonesia Berada di Posisi Ketiga

Indonesia menempati peringkat ketiga dengan skor WorldRiskIndex 2025 sebesar 39,80. Kondisi geografis dan geologis menjadi faktor penting yang memengaruhi tingginya risiko bencana di Tanah Air.

Indonesia berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik. Situasi tersebut menyebabkan berbagai daerah di Indonesia cukup sering mengalami aktivitas gempa bumi.

Ketika gempa kuat terjadi di dasar laut, potensi tsunami juga dapat muncul. Risiko tersebut terutama perlu menjadi perhatian bagi kawasan pesisir yang berdekatan dengan zona subduksi.

Selain gempa dan tsunami, Indonesia mempunyai banyak gunung api aktif. Gunung-gunung tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga sebagian Sulawesi dan Maluku.

Aktivitas vulkanik dapat menghasilkan berbagai ancaman, termasuk hujan abu, aliran lava, awan panas hingga banjir lahar.

Di luar bencana geologis, masyarakat Indonesia juga menghadapi bencana hidrometeorologi. Banjir, tanah longsor, kekeringan serta cuaca ekstrem menjadi beberapa ancaman yang kerap muncul di berbagai daerah.

WorldRiskIndex 2025 mencatat tingkat paparan Indonesia sebesar 39,89. Sementara itu, skor kerentanannya berada pada angka 39,71.

Meski masih berada di tiga besar dunia, posisi Indonesia turun satu tingkat dibandingkan laporan sebelumnya. Pada WorldRiskIndex 2024, Indonesia berada di peringkat kedua dengan skor 41,1.

Kolombia Tempati Peringkat Keempat

Kolombia menjadi negara berikutnya yang masuk lima besar dengan skor risiko sebesar 39,26. Kondisi geografis negara Amerika Selatan tersebut membuat masyarakatnya menghadapi beberapa jenis bencana.

Sebagian wilayah Kolombia berada di kawasan Pegunungan Andes. Wilayah ini memiliki aktivitas tektonik yang cukup tinggi dan berkaitan dengan kawasan Cincin Api Pasifik.

Oleh karena itu, gempa bumi dan aktivitas gunung api menjadi bagian dari ancaman bencana di Kolombia. Bentang alam berupa pegunungan dengan lereng curam juga meningkatkan risiko tanah longsor, khususnya ketika hujan deras berlangsung.

Selain itu, Kolombia mempunyai kawasan pesisir yang berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Laut Karibia. Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah menghadapi ancaman cuaca ekstrem serta berbagai risiko bencana pesisir.

WorldRiskIndex mencatat skor paparan Kolombia sebesar 31,54, sedangkan tingkat kerentanannya mencapai 48,86.

Meksiko Hadapi Tingkat Paparan Sangat Tinggi

Meksiko melengkapi daftar lima negara dengan risiko bencana tertinggi pada 2025. Negara tersebut mendapatkan skor WorldRiskIndex sebesar 38,96.

Wilayah Meksiko, khususnya di sepanjang pesisir Pasifik, berdekatan dengan zona pertemuan lempeng tektonik dan kawasan Cincin Api Pasifik. Karena kondisi tersebut, gempa bumi menjadi salah satu ancaman utama.

Aktivitas tektonik yang terjadi di bawah laut juga berpotensi menghasilkan tsunami dan memberikan dampak terhadap daerah pesisir. Selain itu, Meksiko mempunyai gunung api aktif dan wilayah pegunungan yang memiliki risiko tanah longsor.

Ancaman tidak berhenti pada bencana geologis. Badai tropis, hujan dengan intensitas tinggi, banjir hingga kekeringan juga dapat melanda sejumlah wilayah Meksiko.

Menariknya, Meksiko mempunyai skor paparan tertinggi dibandingkan empat negara lainnya dalam daftar ini. WorldRiskIndex 2025 mencatat skor paparan Meksiko mencapai 50,08. Namun, tingkat kerentanannya berada pada angka 30,31.

Data WorldRiskIndex 2025 menunjukkan bahwa risiko bencana tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering atau seberapa besar suatu negara terpapar bahaya alam. Kemampuan masyarakat dan negara dalam menghadapi serta mengurangi dampak bencana juga menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko.

Bagi Indonesia, posisi ketiga menjadi gambaran bahwa ancaman bencana masih menjadi persoalan penting. Kondisi geografis yang kompleks membuat kesiapsiagaan, mitigasi, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana tetap memiliki peran besar dalam mengurangi potensi kerugian dan dampaknya.