Perkembangan teknologi digital telah membawa kemudahan dalam transaksi keuangan. Namun demikian, kemajuan tersebut juga membuka celah bagi aktivitas ilegal, salah satunya judi online. Praktik ini semakin masif dan berdampak langsung pada sektor keuangan nasional. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam konteks tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas sistem perbankan. Fokus utama di arahkan pada pemanfaatan rekening bank yang di gunakan sebagai sarana transaksi perjudian daring. Langkah ini di nilai penting untuk menekan risiko kejahatan keuangan yang lebih luas.
Lonjakan Rekening Terindikasi Judi Online
Hingga akhir Desember 2025, OJK mencatat adanya peningkatan jumlah rekening yang terindikasi terlibat judi online. Total rekening yang teridentifikasi mencapai 31.382 rekening. Angka ini menunjukkan kenaikan di bandingkan periode sebelumnya.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku judi online masih aktif memanfaatkan layanan perbankan. Selain itu, peningkatan ini mencerminkan perlunya penguatan sistem deteksi dini di sektor keuangan. Oleh sebab itu, OJK tidak hanya melakukan pencatatan, tetapi juga mendorong tindakan konkret dari perbankan.
Sebagai tindak lanjut, bank-bank di minta segera memblokir rekening yang terkonfirmasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut. Pemblokiran ini bertujuan memutus aliran dana ilegal sejak dini.
Sumber Data dan Proses Verifikasi Rekening
Di sisi lain, data awal rekening terindikasi judi online di peroleh dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Informasi tersebut menjadi dasar bagi OJK untuk melakukan analisis lanjutan. Proses ini tidak di lakukan secara sederhana.
Selanjutnya, OJK melakukan pencocokan data dengan identitas kependudukan. Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian antara pemilik rekening dan aktivitas yang terdeteksi. Selain itu, perbankan juga di minta menerapkan enhanced due diligence terhadap nasabah berisiko tinggi. Dengan pendekatan ini, pengawasan tidak hanya bersifat administratif. Sebaliknya, pengawasan di arahkan pada upaya pencegahan kejahatan keuangan yang lebih sistematis.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae
Penegakan Hukum terhadap Jaringan Judi Online
Sementara itu, aparat penegak hukum turut memperkuat pemberantasan judi online. Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan besar yang beroperasi lintas negara. Penindakan dilakukan di berbagai wilayah selama periode Agustus hingga Desember 2025.
Sebanyak 20 orang pelaku di amankan dalam pengungkapan tersebut. Mereka di duga menjadi bagian dari sindikat internasional. Penangkapan dilakukan berdasarkan beberapa laporan polisi yang di kembangkan secara bertahap. Langkah ini menunjukkan bahwa judi online tidak lagi bersifat individual. Sebaliknya, aktivitas tersebut telah terorganisasi dan melibatkan jaringan yang kompleks.
Pemutusan Aliran Dana Judi Online
Selain penangkapan pelaku, perhatian utama di arahkan pada aliran dana. Polisi memblokir 112 rekening bank yang di duga di gunakan sebagai sarana operasional. Rekening tersebut menjadi jalur utama perputaran uang hasil taruhan.
Pemblokiran rekening di nilai efektif untuk melemahkan jaringan judi online. Tanpa akses ke sistem perbankan, operasional pelaku akan terganggu. Oleh karena itu, penelusuran aliran dana menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum.
Lebih lanjut, penyidik juga menelusuri aset dan pihak lain yang berpotensi terlibat. Langkah ini dilakukan guna mengungkap praktik pencucian uang yang mungkin menyertai aktivitas perjudian daring.
Variasi Peran dalam Operasional Judi Daring
Hasil penyelidikan menunjukkan adanya pembagian peran yang jelas di antara para pelaku. Sebagian bertindak sebagai operator dan administrator situs. Sementara itu, pihak lain berperan sebagai pemilik infrastruktur dan penyandang modal.
Mereka mengelola berbagai platform judi online yang menyasar pemain dari banyak negara. Strategi ini memanfaatkan celah regulasi lintas yurisdiksi. Akibatnya, penanganan kasus menjadi lebih kompleks. Atas perbuatannya, para tersangka di jerat dengan berbagai ketentuan hukum. Ancaman pidana yang berat di harapkan mampu memberikan efek jera.
Sinergi Lintas Lembaga sebagai Langkah Strategis
Pada akhirnya, pemberantasan judi online tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara regulator, perbankan, kementerian, dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama. Pemblokiran rekening, pengawasan ketat, serta penegakan hukum harus berjalan seiring. Dengan pendekatan terintegrasi, stabilitas sektor keuangan dapat terjaga. Selain itu, perlindungan terhadap masyarakat dari dampak negatif judi online dapat di perkuat secara berkelanjutan.