Hasil undian grup – ASEAN Championship 2026 menghadirkan dinamika menarik bagi peta persaingan sepak bola Asia Tenggara. Salah satu sorotan datang dari pernyataan pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, yang secara terbuka mengungkapkan rasa lega karena timnya tidak tergabung satu grup dengan Timnas Indonesia. Pernyataan ini mencerminkan betapa seriusnya kekuatan skuad Garuda yang kini berada di bawah arahan pelatih baru, John Herdman.

Berdasarkan hasil drawing resmi, Timnas Indonesia menempati Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta Brunei Darussalam atau Timor Leste. Sementara itu, Thailand yang berstatus finalis pada edisi sebelumnya harus berjuang di Grup B dengan Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Pembagian grup ini langsung memicu berbagai reaksi dari pelatih dan pengamat sepak bola kawasan.

Hubungan Anthony Hudson dan John Herdman Jadi Perhatian

Menariknya, Anthony Hudson dan John Herdman bukanlah sosok asing satu sama lain. Keduanya memiliki rekam jejak karier yang saling bersinggungan, terutama saat sama-sama berkiprah di Selandia Baru. Herdman tercatat lebih dulu meniti karier internasional dengan memimpin Timnas Putri Selandia Baru pada periode 2006 hingga 2011. Sementara Hudson melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih Timnas Putra Selandia Baru beberapa tahun kemudian.

Kehadiran John Herdman dalam acara drawing ASEAN Championship 2026 juga tidak luput dari perhatian Hudson. Keduanya bahkan sempat berbincang sebelum undian grup dimulai. Hudson menyebut Herdman sebagai pribadi yang baik dan profesional, serta mengaku telah beberapa kali berkomunikasi dengannya sebelum turnamen ini berlangsung.

Grup A Dinilai Lebih Berat oleh Pelatih Thailand

Anthony Hudson secara tersirat mengakui bahwa Grup A merupakan grup yang sangat kompetitif. Menurutnya, keberadaan Indonesia, Vietnam, dan Singapura dalam satu grup membuat persaingan menjadi jauh lebih ketat. Ia menilai tidak ada pertandingan yang bisa dianggap mudah ketika menghadapi tim-tim tersebut.

Hudson juga menyatakan bahwa kehadiran Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih baru membuat kekuatan tim tersebut semakin sulit diprediksi. Oleh karena itu, ia mengaku bersyukur Thailand tidak harus berhadapan langsung dengan Indonesia pada fase grup. Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa Thailand memiliki target besar dan kesiapan penuh untuk menghadapi siapa pun lawannya.

Pelatih Timnas indonesia John Herdman Dan Pelatih Timnas thailand Anthony Hudson

Thailand Tetap Punya Target Juara

Meski menyadari ketatnya persaingan di ASEAN Championship 2026, Anthony Hudson menegaskan bahwa ambisi Thailand tidak berubah. Ia menyebut timnya sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara dan menargetkan gelar juara dengan tetap menghormati seluruh peserta turnamen.

Menurut Hudson, status unggulan atau favorit bukanlah hal utama. Fokus utamanya adalah membangun tim yang solid, kompetitif, dan konsisten sepanjang turnamen. Dengan persiapan yang matang serta pengalaman internasional yang di miliki, Thailand di yakini akan tampil dengan kepercayaan diri tinggi.

John Herdman Fokus pada Regenerasi dan Pemain Lokal

Di sisi lain, John Herdman memberikan pandangan berbeda terkait ASEAN Championship 2026. Ia menilai turnamen ini sebagai momentum penting untuk memperluas kedalaman skuad Timnas Indonesia. Herdman menekankan bahwa tidak ada lawan yang mudah, dan setiap pertandingan akan menuntut kesiapan maksimal.

Herdman juga menyoroti pentingnya peran pemain lokal yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan tampil di level internasional. Menurutnya, turnamen ini menjadi ruang ideal bagi para pemain tersebut untuk membuktikan kemampuan dan dedikasi mereka terhadap tim nasional.

Ia menegaskan komitmennya untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi pemain yang telah lama menanti kesempatan membela Merah Putih. Pendekatan ini di harapkan dapat menjadi fondasi awal bagi fase baru kesuksesan sepak bola Indonesia di tingkat regional.

Peluang Sejarah bagi Sepak Bola Indonesia

Lebih jauh, John Herdman menyebut ASEAN Championship 2026 sebagai peluang bersejarah bagi Indonesia. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta lokal yang lapar prestasi, ia optimistis Timnas Indonesia mampu melangkah jauh dan bersaing memperebutkan gelar juara.

Pendekatan jangka panjang yang menitikberatkan pada regenerasi, mental juara, dan kesempatan yang adil di yakini dapat membawa perubahan signifikan. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi titik awal pembentukan identitas baru Timnas Indonesia di kancah Asia Tenggara.