Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berdampak signifikan terhadap operasional perjalanan kereta api pada Minggu, 18 Januari 2026. Genangan air yang masih menutup jalur rel menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api terpaksa di batalkan. Maupun di alihkan demi menjaga keselamatan penumpang dan operasional. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat jalur tersebut merupakan salah satu lintasan utama yang menghubungkan wilayah barat dan timur Pulau Jawa.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa hingga Minggu pagi. Banjir masih menggenangi lintasan rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi. Titik genangan terparah terpantau berada di Km 88+6/7, wilayah Kabupaten Pekalongan. Kondisi tersebut membuat perjalanan kereta api tidak memungkinkan untuk di lalui secara normal.
Kondisi Genangan Air di Jalur Rel Pekalongan–Sragi
Berdasarkan pemantauan terakhir, ketinggian air di jalur hulu mencapai lebih dari 10 sentimeter di atas kepala rel, sementara pada jalur hilir genangan bahkan menyentuh lebih dari 13 sentimeter. Kenaikan air mulai terdeteksi sejak Sabtu malam dan sempat mengalami peningkatan signifikan hingga dini hari. Meski demikian, sejak pagi hari, tren ketinggian air di laporkan mulai menunjukkan penurunan secara bertahap.
Walaupun kondisi air berangsur surut, KAI tetap mengambil langkah antisipatif dengan menutup sementara jalur tersebut. Keputusan ini di ambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api. Menurut pihak KAI, melintasnya rangkaian kereta di atas rel yang masih tergenang berpotensi menimbulkan risiko serius, baik terhadap sarana maupun keselamatan penumpang.

14 Perjalanan KA yang Terdampak Banjir di Pekalongan Hari Ini (Dokumentasi KAI)
Daftar Perjalanan Kereta Api yang Terdampak
Akibat banjir di wilayah Pekalongan, setidaknya terdapat 14 perjalanan kereta api yang terdampak pada hari tersebut. Sebagian besar perjalanan di batalkan sepenuhnya, sementara beberapa lainnya di operasikan dengan pola memutar melalui jalur alternatif. Kereta api yang dibatalkan meliputi layanan jarak jauh maupun menengah, seperti Kaligung, Kamandaka, Argo Sindoro, Argo Muria, Menoreh, Tawangjaya Premium, Ambarawa Ekspres, serta Tegal Bahari.
Selain pembatalan, sejumlah kereta api juga mengalami rekayasa pola operasi dengan rute memutar. Kereta-kereta tersebut di alihkan melalui lintasan Semarang, Solo, Kroya, hingga Cirebon untuk menghindari titik banjir. Rekayasa ini berdampak pada waktu tempuh yang lebih panjang, namun di nilai sebagai solusi paling aman agar perjalanan tetap dapat di laksanakan.
Alasan Keselamatan Menjadi Prioritas Utama
Pihak KAI menegaskan bahwa seluruh keputusan pembatalan dan pengalihan rute dilakukan murni berdasarkan pertimbangan keselamatan. Hingga saat ini, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa tidak di temukan kerusakan struktur rel maupun gogosan akibat aliran air. Aliran air di sekitar lintasan juga terpantau relatif tenang, meskipun genangan masih menutup permukaan rel.
Cuaca di sekitar wilayah terdampak pada Minggu pagi terpantau mendung, sehingga potensi hujan susulan tetap menjadi perhatian. Oleh karena itu, KAI Daop 4 Semarang terus melakukan evaluasi berkala serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum kembali di operasikan secara normal.
Kebijakan Refund Tiket bagi Penumpang
Sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada pelanggan, KAI menyediakan layanan pengembalian tiket atau refund bagi penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan akibat banjir. Penumpang dapat mengajukan pembatalan tiket melalui kanal resmi yang telah di sediakan oleh KAI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Refund di berikan sebesar 100 persen dari harga tiket, di luar biaya pemesanan. Bagi penumpang yang melakukan pembatalan melalui call center 121, pengembalian dana akan dilakukan melalui transfer. Sementara itu, batas waktu pengajuan pembatalan tiket di tetapkan maksimal 7 x 24 jam sejak tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket.
KAI juga menegaskan akan terus memberikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan meningkatkan kepercayaan pelanggan di tengah situasi darurat akibat bencana alam.