Industri motor listrik di Indonesia sepanjang tahun 2025 menghadapi tantangan yang cukup besar. Perlambatan pasar nasional menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja penjualan kendaraan listrik roda dua. Namun, di tengah kondisi tersebut, Polytron justru memperlihatkan performa yang relatif stabil. Dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri motor listrik nasional. Perusahaan ini di klaim berhasil mempertahankan status sebagai merek motor listrik dengan penjualan tertinggi di Indonesia selama periode tersebut.

Keberhasilan Polytron tidak terlepas dari strategi bisnis yang berfokus pada penguatan produk, distribusi, serta adaptasi terhadap dinamika pasar. Meskipun pasar secara umum mengalami penurunan, Polytron di sebut mampu menjaga tingkat penjualan yang signifikan di bandingkan merek lain di segmen yang sama.

Klaim Pangsa Pasar dan Sikap Hati-hati Manajemen

Manajemen Polytron menyampaikan bahwa perusahaan berada di posisi teratas dalam hal pangsa pasar kendaraan listrik roda dua. Klaim tersebut merujuk pada evaluasi internal berdasarkan data penjualan nasional yang tersedia. Namun demikian, pihak manajemen memilih untuk tidak terlalu agresif dalam menyampaikan klaim tersebut ke publik.

Sikap kehati-hatian ini menunjukkan pendekatan profesional dalam komunikasi korporasi, mengingat Polytron bukan merupakan perusahaan terbuka. Oleh karena itu, pernyataan mengenai dominasi pasar lebih banyak didasarkan pada data pihak ketiga, bukan klaim sepihak dari perusahaan.

Data Aismoli sebagai Acuan Evaluasi Pasar

Salah satu sumber utama dalam membaca kondisi pasar motor listrik nasional adalah data yang di rilis oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Data ini menjadi referensi penting bagi pelaku industri dalam mengevaluasi posisi mereka di pasar. Berdasarkan angka yang di rilis asosiasi tersebut, Polytron di perkirakan menguasai sekitar 60 persen dari total penjualan motor listrik nasional.

Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan data agregat penjualan nasional dengan estimasi penjualan internal perusahaan. Meski demikian, angka tersebut tetap di pahami sebagai estimasi, bukan data final per merek, mengingat mekanisme pelaporan penjualan di industri motor listrik berbeda dengan kendaraan roda empat.

Ilustrasi Polytron sebagai pemimpin pasar motor listrik Indonesia pada 2025 di tengah penurunan penjualan nasional.

Polytron mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar motor listrik di Indonesia pada 2025, di tengah penurunan penjualan nasional.

Peran SRUT dalam Menggambarkan Penjualan Motor Listrik

Selain data asosiasi, Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang di keluarkan oleh Kementerian Perhubungan juga menjadi indikator penting dalam mengukur penjualan motor listrik. SRUT merupakan dokumen wajib yang harus di miliki setiap kendaraan sebelum di daftarkan secara resmi. Oleh karena itu, data SRUT kerap di gunakan sebagai pendekatan untuk membaca volume penjualan kendaraan listrik di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, jumlah motor listrik yang tercatat melalui SRUT mencapai sekitar 55 ribu unit. Jika di bandingkan dengan estimasi pangsa pasar Polytron sebesar 60 persen, maka penjualan perusahaan tersebut di perkirakan berada di kisaran 33 ribu unit selama tahun tersebut. Angka ini menunjukkan kontribusi yang cukup besar terhadap total pasar motor listrik nasional.

Tren Penjualan Motor Listrik Nasional

Jika di tinjau secara historis, penjualan motor listrik di Indonesia menunjukkan pola yang fluktuatif. Pada tahun 2021, jumlah unit yang tercatat masih berada di angka yang relatif rendah. Namun, dalam beberapa tahun berikutnya terjadi peningkatan signifikan, terutama pada periode 2023 hingga 2024, yang menandai puncak pertumbuhan pasar motor listrik nasional.

Pada tahun 2024, penjualan motor listrik mencapai lebih dari 77 ribu unit. Akan tetapi, pada 2025 terjadi koreksi pasar dengan penurunan sekitar 28 persen. Penurunan ini di pengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan subsidi, daya beli masyarakat, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Posisi Polytron di Tengah Penurunan Pasar

Di tengah penurunan tersebut, kemampuan Polytron untuk mempertahankan dominasi pasar menjadi indikator penting dari kekuatan merek lokal di industri kendaraan listrik. Klaim penguasaan sekitar 60 persen pangsa pasar memperlihatkan bahwa Polytron mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang menantang sekaligus mempertahankan kepercayaan konsumen.

Keberhasilan ini juga mencerminkan potensi industri motor listrik nasional untuk terus berkembang, meskipun di hadapkan pada fluktuasi pasar. Dengan strategi yang tepat dan dukungan ekosistem yang berkelanjutan, merek lokal seperti Polytron berpeluang memainkan peran strategis dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.