Propolis – Tematik dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan workshop pembuatan sabun berbahan ekstrak propolis di Desa Pemerihan. Kegiatan ini di gelar oleh mahasiswa Program Studi Rekayasa Kosmetik, di bimbing langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Achmad Gus Fahmi, sebagai bagian dari program KKN Tematik yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat melalui edukasi praktis.
Menurut Achmad, workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan propolis lebah lokal sebagai bahan alami dalam produk perawatan diri. Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar teknik produksi, pengemasan, hingga pemahaman dasar kewirausahaan, sehingga mereka bisa mengembangkan produk berbasis sumber daya lokal secara mandiri.
Proses Praktik Pembuatan Sabun oleh Peserta
Pada hari pertama workshop, peserta terdiri dari warga Desa Pemerihan, termasuk ibu-ibu PKK, mengikuti sesi pemaparan mengenai manfaat propolis. Mereka juga di perkenalkan pada bahan dan alat yang di gunakan dalam pembuatan sabun. Materi di sampaikan secara bertahap sebelum peserta mempraktikkan langsung proses produksi sabun.
“Peserta aktif terlibat dari tahap pencampuran bahan hingga pencetakan sabun. Produk yang di buat menggunakan ekstrak propolis dari lebah Trigona apicalis, sebagai alternatif perawatan diri berbasis bahan alami,” jelas Achmad.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka ikut langsung dalam setiap tahapan pembuatan sabun, sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif.
Pelatihan Pengemasan dan Dasar Kewirausahaan Produk “PICABEE”
Selain praktik pembuatan, peserta juga mendapatkan pelatihan pengemasan dan dasar kewirausahaan. Achmad menjelaskan, tampilan kemasan dan identitas produk sangat penting untuk membantu masyarakat mengenalkan produk mereka kepada konsumen.
Dalam sesi ini, peserta mempraktikkan pengemasan sabun dengan merek PICABEE, menggunakan kemasan yang telah di siapkan. Mereka juga di berikan contoh desain kemasan agar bisa di jadikan acuan untuk tahap produksi dan pemasaran selanjutnya.
Workshop ini juga mengenalkan peserta pada konsep perencanaan usaha sederhana, termasuk menentukan harga jual, kesiapan produk, dan strategi awal memasarkan produk. Sesi di tutup dengan tanya jawab, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan mendapatkan arahan langsung dari pemateri.

Workshop Pembuatan Sabun dengan Ekstrak Propolis oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kelompok 16 Desa Pemerihan, Pesisir Barat.
Potensi Propolis dan Hasil Peternakan Lebah di Desa Pemerihan
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Pemerihan, Janjiyanto, menekankan bahwa desa memiliki potensi besar dalam bidang peternakan lebah, termasuk madu, bipolen, dan propolis. Selama ini, hasil lebah tersebut belum di manfaatkan secara optimal.
“Workshop ini di harapkan menjadi awal pengembangan produk turunan propolis yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini juga berperan dalam edukasi masyarakat untuk mengelola sumber daya lokal secara lebih terstruktur dan produktif,” kata Janjiyanto.
Dengan bimbingan mahasiswa ITERA, warga Desa Pemerihan kini memiliki peluang untuk mengembangkan propolis sebagai bahan baku produk bernilai jual, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan.
Kesimpulan
Workshop pembuatan sabun berbahan propolis yang diadakan oleh mahasiswa KKN Tematik ITERA memberikan pengalaman belajar langsung bagi masyarakat Desa Pemerihan. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang proses produksi, pengemasan, serta dasar-dasar kewirausahaan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha berbasis bahan lokal.
Kegiatan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi propolis menjadi produk bernilai ekonomi dan mendorong inovasi lokal melalui kolaborasi antara akademisi dan komunitas.