Upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kembali dilakukan melalui kegiatan Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang di Hotel Borobudur Jakarta. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk mengenalkan potensi Singkawang kepada khalayak nasional dan internasional. Selain promosi, acara tersebut juga membawa pesan kuat mengenai pentingnya kebersamaan dalam keberagaman.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia menyoroti Singkawang sebagai wilayah yang mampu menjaga keseimbangan sosial. Menurutnya, keberagaman bukan sekadar identitas, melainkan kekuatan pemersatu. Oleh sebab itu, kegiatan budaya di nilai penting untuk merawat nilai kebangsaan.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa keharmonisan memerlukan kesadaran kolektif. Tanpa komitmen bersama, perbedaan berpotensi menimbulkan jarak sosial. Dengan demikian, dialog dan interaksi lintas budaya perlu terus di bangun.

Singkawang dan Kehidupan Sosial yang Inklusif

Singkawang di kenal sebagai kota dengan latar belakang masyarakat yang majemuk. Beragam suku dan keyakinan hidup berdampingan dalam ruang sosial yang sama. Meski demikian, hubungan antarkelompok tetap terjaga dengan baik. Kondisi ini membentuk karakter sosial yang inklusif.

Di sisi lain, toleransi tidak tumbuh secara instan. Nilai tersebut di bangun melalui kebiasaan dan pengalaman bersama. Oleh karena itu, masyarakat Singkawang terbiasa menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejalan dengan hal itu, Wali Kota Singkawang menyampaikan bahwa promosi budaya yang di tampilkan mencerminkan realitas sosial warganya. Nilai kebersamaan tidak hanya di sampaikan melalui pesan verbal. Sebaliknya, nilai tersebut di wujudkan dalam praktik budaya dan aktivitas publik.

Batik Tidayu sebagai Identitas Kolektif

Salah satu unsur penting yang di perkenalkan dalam kegiatan ini adalah Batik Tidayu. Karya budaya tersebut merepresentasikan perpaduan etnis Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Melalui simbol visual, batik ini menyampaikan pesan persatuan.

Lebih dari sekadar busana, Batik Tidayu mengandung makna filosofis. Setiap motif menggambarkan kebersamaan dalam perbedaan. Oleh karena itu, batik ini menjadi media komunikasi budaya yang efektif.

Selain itu, kehadiran Batik Tidayu menunjukkan peran seni dalam membangun solidaritas sosial. Karya budaya mampu melampaui batas identitas kelompok. Dengan begitu, rasa memiliki terhadap kota tumbuh secara kolektif.

Hotel Borobudur Jakarta

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang di Hotel Borobudur.

Sinergi Promosi Budaya dan Pariwisata

Kegiatan Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perhotelan. Kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan promosi budaya dan pariwisata. Melalui dukungan jaringan internasional, Singkawang di harapkan semakin di kenal.

Tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, promosi juga menyoroti potensi kuliner dan destinasi wisata. Pendekatan ini memberikan gambaran utuh mengenai karakter Singkawang. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan mendorong peningkatan kunjungan wisata.

Harmoni dalam Momentum Keagamaan

Tahun ini menghadirkan situasi yang menarik bagi Singkawang. Perayaan Imlek berlangsung berdekatan dengan bulan Ramadhan. Momentum ini menjadi bukti nyata keharmonisan antarumat beragama.

Sebagai respons, berbagai pihak berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan bersama. Kota di hias dengan nuansa perayaan yang saling berdampingan. Selain itu, pasar tradisional dan pertunjukan seni turut di gelar. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat merasakan langsung nilai kebersamaan. Harmoni tidak hanya terlihat secara visual, tetapi juga tercermin dalam interaksi sosial.

Penutup

Secara keseluruhan, Singkawang menunjukkan bahwa keberagaman dapat di kelola secara konstruktif. Melalui promosi budaya yang berkelanjutan, kota ini menghadirkan pesan toleransi yang relevan. Harmoni sosial yang terbangun menjadi fondasi penting bagi pengembangan budaya dan pariwisata di masa depan.