Apresiasi Komisi VI DPR – Penanganan bencana alam membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga legislatif, serta badan usaha milik negara. Dalam konteks ini, langkah cepat dan terkoordinasi menjadi faktor krusial untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Komisi VI DPR Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap kinerja PT Pertamina (Persero). Yang di nilai sigap dan responsif dalam membantu penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Apresiasi tersebut mencerminkan pentingnya peran BUMN energi dalam memastikan keberlanjutan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan logistik, khususnya pada kondisi darurat. Keberhasilan Pertamina dalam menjalankan fungsi tersebut di nilai mampu mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas energi dan pemulihan pascabencana.
Pernyataan Komisi VI DPR dalam Rapat Dengar Pendapat
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR dan manajemen Pertamina yang di laksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026. Anggota Komisi VI Andre Rosiade secara terbuka menyampaikan penghargaan atas gerak cepat Pertamina dalam merespons bencana alam di wilayah Sumatra. Menurutnya, kehadiran langsung jajaran Pertamina di lapangan menunjukkan komitmen nyata BUMN tersebut dalam mendukung pemerintah dan masyarakat terdampak bencana.
Andre menegaskan bahwa di Sumatra Barat, ia secara langsung menyaksikan bagaimana Pertamina bergerak cepat dalam mengatasi berbagai permasalahan yang muncul akibat bencana alam. Respons cepat tersebut tidak hanya terlihat dalam penyediaan BBM, tetapi juga dalam penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat yang harus mengungsi akibat bencana.
Peran Strategis Pertamina dalam Distribusi BBM dan Logistik
Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah kemampuan Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana. Andre Rosiade menjelaskan bahwa General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara mampu merespons permintaan pengiriman BBM secara cepat dan tepat sasaran. Meskipun di hadapkan pada berbagai tantangan teknis di lapangan.
Selain itu, keterlibatan Pertamina International Shipping juga di nilai sangat penting dalam mengamankan jalur distribusi energi di kawasan terdampak bencana. Dukungan armada dan sistem logistik yang di miliki memungkinkan penyaluran BBM tetap berjalan. Sehingga aktivitas pemulihan dan kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu.

Ilustrasi : Petugas Pertamina bersama aparat dan relawan menyalurkan BBM serta bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Tantangan Infrastruktur dan Efektivitas Penanganan
Anggota Komisi VI DPR lainnya, Mufti Aimah Nurul Anam, turut memberikan apresiasi atas kerja keras Pertamina dalam merespons bencana di Sumatra. Ia menilai bahwa upaya tersebut bukanlah hal yang mudah. Mengingat kondisi infrastruktur yang rusak dan akses transportasi yang terbatas di beberapa wilayah terdampak.
Namun demikian, Mufti menekankan bahwa dalam waktu kurang dari satu bulan. Berbagai kendala terkait distribusi BBM dapat di atasi dengan baik. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi internal Pertamina serta kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan cepat pada situasi darurat.
Pembelajaran dan Penguatan SOP Penyaluran BBM di Daerah Bencana
Ke depan, Komisi VI DPR berharap pengalaman penanganan bencana di Sumatra dapat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Salah satu aspek yang perlu di perkuat adalah penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) khusus untuk penyaluran BBM di wilayah bencana.
SOP yang jelas dan adaptif di nilai akan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang. Dengan adanya prosedur yang terstruktur, distribusi energi dapat tetap terjaga, sekaligus mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Sinergi BUMN dan Pemerintah dalam Penanganan Krisis
Secara keseluruhan, apresiasi Komisi VI DPR terhadap Pertamina mencerminkan pentingnya sinergi antara BUMN dan pemerintah dalam menghadapi situasi krisis. Respons cepat, koordinasi lintas unit, serta komitmen untuk hadir langsung di lapangan menjadi faktor utama keberhasilan penanganan bencana.
Peran strategis Pertamina sebagai penyedia energi nasional tidak hanya terbatas pada aspek bisnis. Tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Dengan memperkuat kesiapsiagaan dan sistem penanganan darurat. Di harapkan BUMN dapat terus menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan nasional, khususnya di tengah ancaman bencana alam yang semakin kompleks.