Kebun Binatang Surabaya – Saat kota-kota besar lainnya tampak lengang karena warganya pulang kampung merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Surabaya menunjukkan kondisi yang berbeda. Meski jalan-jalan protokol terlihat lebih sepi dan banyak toko tutup lebih awal, beberapa lokasi wisata di kota ini justru di padati pengunjung. Salah satu destinasi yang tetap ramai adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS), objek wisata legendaris yang telah menjadi favorit keluarga di pusat kota.

Kebun binatang yang berdiri sejak tahun 1916 ini menawarkan harga tiket yang relatif terjangkau, bahkan hampir setara dengan harga segelas kopi kekinian. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi banyak keluarga untuk menghabiskan waktu libur dengan kegiatan edukatif sekaligus rekreasi. Salah satunya adalah Fatimah (31), warga asli Gubeng, yang membawa kedua anaknya untuk belajar mengenal satwa secara langsung.

Liburan Edukatif untuk Anak

Bagi Fatimah, momen liburan merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan dunia luar kepada anak-anaknya. Anak pertama berusia empat setengah tahun, sedangkan yang kedua baru berusia dua tahun. Ia tidak ingin buah hatinya hanya terpaku pada layar gawai atau gambar-gambar hewan di dinding kamar. “Di rumah, mereka biasanya hanya melihat hewan lewat gambar atau gadget. Di sini mereka bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan hewan aslinya,” jelas Fatimah.

Anak-anaknya bahkan sempat memberi makan jerapah dan berencana naik unta untuk merasakan pengalaman lebih dekat dengan satwa. Meskipun antrian cukup panjang sehingga rencana naik unta batal, Fatimah menilai kunjungan tersebut tetap memberikan pengalaman yang berharga bagi kedua putranya.

Keunggulan Lokasi dan Koleksi Satwa

Hal serupa juga di ungkapkan Puli Fathul (35), yang datang bersama ibunya dan putrinya yang berusia lima tahun. Menurut Puli, KBS menawarkan kombinasi ideal antara lokasi yang mudah dijangkau, koleksi satwa yang beragam, dan pengalaman edukatif bagi anak-anak. “Rumah saya dekat, jadi tidak perlu berpikir panjang. Anak-anak senang, dan tiketnya terjangkau,” ujarnya sambil mengamati sang putri yang antusias melihat berbagai kandang satwa.

Meskipun bukan kunjungan rutin, Puli menganggap libur panjang kali ini terlalu berharga untuk di lewatkan. Ia menekankan bahwa anak-anak dapat mengenal hewan-hewan seperti gajah dan jerapah dengan biaya yang relatif murah.

Kebun Binatang Surabaya

Pengunjung beserta sang buah hati berinteraksi langsung dengan jerapah di Kebun Binatang Surabaya, Senin (23/3/2026)

Wisata Bukan Hanya untuk Keluarga

Kebun Binatang Surabaya juga menarik minat pengunjung dewasa yang ingin bernostalgia. Evan Pratama (27) rela datang dari Malang untuk mengenang masa kecilnya di KBS. “Waktu kecil pernah ke sini, sekarang datang lagi untuk melihat perubahan. Harga tiketnya jauh lebih murah di bandingkan di Malang,” ujarnya.

Evan mencatat perubahan signifikan pada penataan kandang dan keragaman satwa, mulai dari zebra, jerapah, anoa, rusa, hingga berbagai spesies burung yang tersusun rapi di aviari. Harga tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang, berlaku baik di hari biasa maupun akhir pekan, di anggapnya sangat terjangkau di bandingkan wahana serupa di Malang yang bisa mencapai Rp 80.000 per orang. “Selisihnya hampir lima kali lipat. Ini alasan kuat untuk memilih berkunjung ke sini,” tambah Evan sambil tersenyum.

Rencana Wisata Lanjutan

Setelah puas mengelilingi KBS, Evan dan kekasihnya berencana melanjutkan petualangan mereka di Surabaya dengan mengunjungi kawasan Kota Tua dan Jalan Tunjungan. Kedua lokasi ini menjadi ikon lain di kota yang tak kalah menarik bagi wisatawan. Sebelum mereka kembali ke Malang pada malam harinya.

Kesimpulan

Kebun Binatang Surabaya tetap menjadi destinasi favorit selama libur panjang Idul Fitri 1447 H/2026. Dengan tiket terjangkau, lokasi strategis, koleksi satwa yang lengkap, dan pengalaman edukatif untuk anak-anak maupun nostalgia bagi orang dewasa, KBS membuktikan diri sebagai tujuan wisata yang relevan dan menarik di tengah kota yang cenderung sepi saat libur Lebaran.