Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, menunjukkan performa impresif dalam ajang Indonesia Masters 2026. Bertanding di hadapan publik sendiri di Istora Senayan, Alwi berhasil melangkah ke babak perempat final setelah melalui pertandingan ketat melawan wakil China, Wang Zheng Xing. Laga yang berlangsung pada Kamis (22/1) tersebut menjadi salah satu duel paling menegangkan di sektor tunggal putra.

Pertandingan berlangsung selama tiga gim dengan tempo tinggi. Alwi sempat tertinggal pada gim pertama, namun mampu bangkit dan menunjukkan mental bertanding yang kuat. Keuletan, kesabaran, serta strategi permainan yang matang menjadi kunci keberhasilannya membalikkan keadaan. Dukungan penuh penonton di Istora juga memberikan tambahan motivasi bagi Alwi untuk tampil lebih percaya diri hingga memastikan tiket ke babak delapan besar.

Dinamika Wakil Indonesia di Sektor Tunggal Putra

Di tengah keberhasilan Alwi Farhan, sektor tunggal putra Indonesia juga di warnai oleh hasil yang beragam dari wakil lainnya. Mohammad Zaki Ubaidillah harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar setelah menghadapi perlawanan sengit dari Loh Kean Yew asal Singapura. Pertandingan tersebut memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di level internasional, khususnya pada turnamen bergengsi seperti Indonesia Masters.

Sementara itu, absennya Anthony Ginting akibat cedera pinggang menjadi perhatian tersendiri. Mundurnya salah satu andalan Indonesia tersebut tentu menjadi kehilangan besar, baik bagi tim maupun para penggemar. Namun demikian, situasi tersebut tidak lantas membebani Alwi Farhan. Ia menegaskan bahwa fokusnya adalah memberikan performa terbaik tanpa terbebani kondisi di luar kendalinya.

Alwi Farhan bertanding di Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan sebagai tunggal putra Indonesia yang tersisa

Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan

Mental Bertanding dan Sikap Positif Alwi Farhan

Dalam pernyataannya usai pertandingan, Alwi Farhan menegaskan pentingnya menjaga pola pikir positif. Ia menyadari bahwa tanggung jawab sebagai salah satu wakil Indonesia tidak bisa dipikul sendirian. Oleh karena itu, ia memilih untuk tetap tenang, berjuang maksimal di setiap pertandingan, dan tidak larut dalam tekanan.

Pendekatan ini mencerminkan kedewasaan Alwi dalam menyikapi dinamika kompetisi. Sebagai atlet berusia 23 tahun, ia memahami bahwa konsistensi mental merupakan faktor krusial dalam turnamen dengan intensitas tinggi. Keputusan untuk fokus pada permainan sendiri menjadi modal penting dalam perjalanannya sejauh ini di Indonesia Masters 2026.

Inspirasi dari Sejarah dan Harapan Masa Depan

Motivasi Alwi Farhan tidak lepas dari kenangan masa lalu. Ia mengingat momen ketika menyaksikan Anthony Ginting menjuarai Indonesia Masters 2018. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dan menjadi sumber inspirasi yang terus membara hingga kini. Bagi Alwi, kemenangan di Istora bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan simbol perjuangan dan kebanggaan sebagai atlet Indonesia.

Ia juga berharap perjalanannya di turnamen ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya atlet-atlet junior yang bercita-cita mengikuti jejaknya. Dengan tampil di hadapan publik sendiri dan membawa semangat nasionalisme, Alwi ingin menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membuka peluang menuju prestasi tertinggi.

Tantangan Berikutnya di Babak Perempat Final

Langkah Alwi Farhan selanjutnya adalah menghadapi wakil Jepang, Yushi Tanaka, pada pertandingan perempat final yang dijadwalkan berlangsung Jumat (23/1). Laga ini diprediksi berlangsung ketat mengingat karakter permainan cepat dan disiplin yang kerap ditampilkan pebulu tangkis Jepang.

Bagi Alwi, pertandingan tersebut menjadi ujian penting untuk mengukur konsistensi dan kesiapan menghadapi level persaingan yang semakin tinggi. Dengan bekal kepercayaan diri, pengalaman, serta dukungan publik Istora, peluang untuk melangkah lebih jauh tetap terbuka lebar.