Pebulu tangkis tunggal – putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, di pastikan tidak ambil bagian dalam Thailand Masters 2026. Keputusan tersebut di ambil setelah tim pelatih menilai kondisi fisik Ginting belum memungkinkan untuk kembali bertanding secara kompetitif. Absennya Ginting menjadi salah satu kabar penting menjelang turnamen yang akan di gelar pada akhir Januari ini.
Cedera yang di alami Ginting terjadi saat dirinya berlaga di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026. Pada turnamen tersebut, Ginting mengalami masalah pada bagian pinggang yang cukup serius sehingga memaksanya mengundurkan diri pada babak 16 besar. Kondisi ini membuat proses pemulihan menjadi prioritas utama demi mencegah risiko cedera berkepanjangan.
Proses Pemulihan Cedera Masih Berjalan
Pada awalnya, PBSI tidak langsung mencoret nama Ginting dari daftar peserta Thailand Masters 2026. Tim pelatih masih menunggu perkembangan kondisi sang atlet hingga mendekati batas waktu keberangkatan. Evaluasi lanjutan di jadwalkan hingga Minggu, 25 Januari 2026, dengan harapan Ginting menunjukkan pemulihan signifikan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, tim medis menilai bahwa Ginting masih membutuhkan waktu pemulihan tambahan. Hal tersebut membuat keputusan penarikan dari turnamen menjadi langkah paling aman dan realistis. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi fisik Ginting pulih sepenuhnya sebelum kembali ke jadwal kompetisi padat.
Pelatih tunggal putra PBSI, Indra Widjaja, menjelaskan bahwa keputusan tersebut di ambil demi menjaga kondisi jangka panjang atlet. Cedera pinggang di nilai cukup sensitif dan berisiko apabila di paksakan dalam pertandingan berintensitas tinggi.
Target Comeback di Kejuaraan Asia Beregu 2026
Meskipun absen di Thailand Masters 2026, peluang Ginting untuk kembali ke lapangan dalam waktu dekat masih terbuka. Tim pelatih memproyeksikan Ginting dapat tampil pada Kejuaraan Asia Beregu 2026 yang di jadwalkan berlangsung pada awal Februari.
Turnamen beregu tersebut menjadi target realistis untuk kembalinya Ginting ke arena kompetisi internasional. Dengan jeda waktu pemulihan yang lebih panjang, di harapkan kondisi fisik dan kebugaran Ginting dapat mencapai level optimal. Tim pelatih menegaskan bahwa tidak ada keinginan untuk mengambil risiko yang dapat berdampak buruk pada karier jangka panjang atlet peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo tersebut.

Anthony Ginting Dan Felisha
Felisha Pasaribu Juga Ditari dari Turnamen
Selain Anthony Ginting, kabar kurang menggembirakan juga datang dari sektor ganda campuran Indonesia. Duet Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di pastikan tidak tampil di Thailand Masters 2026. Penarikan ini di lakukan setelah Felisha mengalami cedera pada lengan kanan.
Cedera tersebut terjadi saat Felisha tampil di babak semifinal Indonesia Masters 2026. Setelah pertandingan, Felisha melaporkan adanya gangguan serius pada lengan kanannya yang memengaruhi pergerakan dan performa bermain. Kondisi tersebut kemudian di konsultasikan kepada tim pelatih dan tim medis.
Fokus Pemulihan Demi Menghindari Risiko Lebih Besar
Pelatih ganda campuran PBSI, Rionny Mainaky, menyatakan bahwa keputusan penarikan Felisha di ambil melalui diskusi menyeluruh antara pelatih, tim medis, dan jajaran pembinaan prestasi. Apabila di paksakan untuk bertanding, di khawatirkan cedera tersebut dapat semakin parah dan menghambat proses pemulihan.
Langkah ini mencerminkan komitmen PBSI dalam menjaga kesehatan atlet sebagai aset jangka panjang. Alih-alih mengejar hasil instan, pemulihan menyeluruh menjadi prioritas agar para pemain dapat kembali bertanding dengan kondisi fisik terbaik.
Thailand Masters 2026 Tetap Berlangsung Sesuai Jadwal
Thailand Masters 2026 tetap akan berlangsung sesuai jadwal dan di jadwalkan mulai pada 27 Januari 2026. Turnamen ini menjadi bagian penting dari kalender bulu tangkis internasional dan di ikuti oleh sejumlah pemain top dunia.
Meskipun Indonesia kehilangan beberapa wakil akibat cedera, partisipasi atlet lain di harapkan tetap mampu menunjukkan daya saing serta menjaga konsistensi prestasi bulu tangkis nasional di level internasional.