Kehadiran Bernardo Tavares di Surabaya menjadi sorotan utama sepak bola nasional. Pelatih asal Portugal tersebut mendarat pada Minggu, 5 Januari 2026. Kedatangannya menandai awal babak baru bagi Persebaya Surabaya yang tengah mencari kebangkitan.

Sebelumnya, manajemen Persebaya telah mengumumkan penunjukan Tavares pada 23 Desember 2025. Keputusan itu di ambil setelah evaluasi mendalam terhadap performa tim. Eduardo Perez pun harus meninggalkan kursi pelatih lebih cepat dari rencana awal.

Oleh karena itu, kehadiran Tavares tidak sekadar pergantian figur. Ia di pandang sebagai solusi strategis untuk memperbaiki arah tim. Harapan besar pun langsung disematkan di pundaknya.

Situasi Persebaya di Tengah Kompetisi

Di sisi lain, kondisi Persebaya di Super League 2025/26 belum sepenuhnya ideal. Sejak awal musim, performa tim belum konsisten. Hasil pertandingan kerap naik turun.

Akibatnya, Bajul Ijo saat ini masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara. Posisi tersebut dinilai belum sejalan dengan potensi skuad. Padahal, kualitas pemain dan dukungan suporter tergolong kuat.

Meski demikian, manajemen memilih bertindak cepat. Pergantian pelatih dilakukan demi menyelamatkan target jangka panjang. Langkah ini juga menjadi sinyal serius bahwa Persebaya tidak ingin kehilangan momentum kompetisi.

Bernardo Tavares memulai era baru kepelatihan Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares Mendarat di Surabaya, Akan Segera Tangani Persebaya

Kesan Awal Bernardo Tavares di Surabaya

Setibanya di Surabaya, Tavares menyampaikan kesan pertamanya. Ia mengakui kelelahan akibat perjalanan panjang. Namun, rasa antusias lebih mendominasi.

Menurutnya, komunikasi awal dengan manajemen berjalan positif. Visi klub yang jelas menjadi alasan utama ia menerima tawaran tersebut. Selain itu, reputasi besar Persebaya juga memberi daya tarik tersendiri.

Sementara itu, Tavares menilai atmosfer sepak bola Surabaya sangat khas. Tekanan tinggi dari publik justru di anggap sebagai tantangan menarik. Ia percaya kondisi tersebut bisa menjadi energi tambahan bagi tim.

Tantangan Awal di Laga Perdana

Tanpa waktu adaptasi yang panjang, Tavares langsung di hadapkan pada ujian berat. Persebaya di jadwalkan menjamu Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Pertandingan ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Pasalnya, Malut United tampil impresif sepanjang musim. Dari 16 laga, mereka hanya menelan dua kekalahan.

Bahkan, Malut mencatatkan 11 pertandingan tanpa kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi permainan yang solid. Oleh sebab itu, laga ini menjadi tantangan serius bagi Tavares di debutnya.

Peran Suporter dalam Proses Kebangkitan

Selain aspek teknis, Tavares juga menyoroti faktor non-teknis. Dukungan suporter di nilai sangat krusial. Terlebih, pertandingan dimainkan di kandang sendiri. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo. Menurutnya, stadion tersebut mampu memberi tekanan kepada lawan.

Pada saat yang sama, pemain tuan rumah mendapat suntikan motivasi besar. Dengan demikian, kehadiran suporter secara langsung di harapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri tim. Dukungan penuh di nilai bisa menjadi pembeda, terutama dalam laga krusial.

Arah Baru Persebaya Bersama Bernardo Tavares

Secara keseluruhan, kedatangan Bernardo Tavares membawa optimisme baru. Meski tantangan datang sejak awal, ekspektasi tetap tinggi. Persebaya berharap perubahan mulai terlihat secara bertahap.

Dalam jangka pendek, fokus utama adalah stabilitas permainan. Sementara itu, target jangka panjang tetap mengarah ke papan atas klasemen. Fondasi tim pun di harapkan semakin kuat. Akhirnya, debut Tavares melawan Malut United akan menjadi indikator awal. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga arah permainan. Dari sanalah, perjalanan baru Persebaya akan di mulai.