Drawing fase grup Piala AFF 2026 menjadi perhatian besar pecinta sepak bola nasional karena akan menentukan lawan-lawan yang di hadapi Timnas Indonesia pada turnamen regional paling prestisius di Asia Tenggara tersebut. Proses undian grup di jadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Januari, pukul 16.00 WIB dan di siarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional RCTI.
Ajang ini memiliki arti penting bagi Indonesia karena menjadi salah satu kompetisi utama yang di jalani sepanjang tahun. Hasil drawing nantinya akan memberikan gambaran seberapa berat tantangan yang harus di lalui tim Garuda sejak babak penyisihan grup.
Posisi Pot 3 Membuat Grup Indonesia Berpotensi Sulit
Pada edisi Piala AFF kali ini, Timnas Indonesia di tempatkan di Pot 3. Penempatan tersebut membuat peluang Indonesia tergabung dalam grup yang kompetitif semakin besar. Hal ini disebabkan karena Pot 1 dan Pot 2 di isi oleh negara-negara dengan tradisi kuat di kawasan Asia Tenggara.
Pot 1 di isi oleh Vietnam dan Thailand, dua tim yang dalam satu dekade terakhir mendominasi sepak bola ASEAN. Sementara itu, Pot 2 dihuni oleh Malaysia dan Singapura, yang juga di kenal memiliki konsistensi performa di turnamen regional.
Dengan komposisi tersebut, Indonesia hampir di pastikan berada dalam grup yang kerap di sebut sebagai “grup neraka”, karena harus bersaing dengan tiga kekuatan utama Asia Tenggara dalam satu fase grup.
Hasil Edisi Sebelumnya Berpengaruh pada Penempatan
Turunnya posisi Indonesia ke Pot 3 tidak terlepas dari performa pada edisi sebelumnya. Pada Piala AFF 2024, langkah Indonesia harus terhenti lebih awal setelah gagal melaju dari fase grup. Hasil tersebut berdampak langsung pada koefisien dan peringkat regional yang digunakan sebagai dasar pembagian pot.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa konsistensi performa sangat menentukan posisi Indonesia di turnamen berikutnya. Meski memiliki potensi besar, hasil di lapangan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan status tim di level regional.

Timnas Indonesia akan berlaga di Piala AFF 2026.
Piala AFF Masih Jadi Target yang Belum Tercapai
Dalam catatan sejarah sepak bola nasional, Piala AFF merupakan satu dari sedikit turnamen besar yang belum pernah berhasil di menangkan Indonesia. Sejak turnamen ini di gelar lebih dari tiga dekade lalu, Indonesia kerap menjadi penantang kuat, namun belum mampu mengakhiri kompetisi dengan gelar juara.
Kondisi tersebut menjadikan Piala AFF selalu memiliki makna emosional dan strategis bagi sepak bola Indonesia. Setiap edisi di anggap sebagai peluang untuk mematahkan catatan panjang tanpa trofi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan utama Asia Tenggara.
Ujian Awal bagi John Herdman sebagai Pelatih Baru
Piala AFF 2026 juga menjadi panggung penting bagi John Herdman, yang menjalani fase awal kariernya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Turnamen ini akan menjadi tolok ukur pertama dalam menilai arah filosofi permainan dan strategi yang di bawanya.
Dalam pernyataan perdananya, Herdman menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang besar kepada pemain muda. Ia menilai Piala AFF sebagai ajang ideal untuk membangun fondasi jangka panjang, sekaligus menguji mental dan kualitas generasi baru sepak bola Indonesia di level internasional.
Jadwal Turnamen Jadi Tantangan Tambahan
Piala AFF 2026 di jadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus. Jadwal ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi Indonesia, khususnya terkait ketersediaan pemain yang merumput di Eropa. Pada periode tersebut, banyak liga Eropa telah memasuki masa pramusim, bahkan beberapa sudah memulai pekan awal kompetisi.
Situasi ini berpotensi membuat Indonesia tidak dapat menurunkan kekuatan penuh. Oleh karena itu, kedalaman skuad dan kesiapan pemain lokal serta pemain muda akan menjadi faktor krusial dalam menentukan langkah Indonesia di turnamen ini.