Katak Langka India: Hilang Dari Alam, Ada Di Kamera?

Katak Langka India: Hilang Dari Alam, Ada Di Kamera?

Katak Langka India: Hilang Dari Alam, Ada Di Kamera Akibat Oknum Fotografi Tidak Bertanggung Jawab Atas Kehilangannya. Halo para pecinta alam dan fotografer lingkungan yang budiman, bagaimana cara kalian mengabadikan keindahan bumi hari ini? Ada sebuah realitas pahit yang sedang menghantam dunia konservasi di negara mereka. Terlebihnya di mana sebuah Katak Langka India yang kini di laporkan hilang sepenuhnya dari habitat aslinya. Ironisnya, saat para peneliti kesulitan menemukan keberadaan mereka di alam liar. Dan potret makhluk mungil ini justru ramai menghiasi galeri digital dan layar kamera. Judul “Ada di Kamera, Hilang di Alam” menjadi tamparan keras bagi kita semua bahwa obsesi manusia terhadap visual yang sempurna. Serta yang terkadang harus di bayar mahal dengan nyawa sebuah spesies. Mari kita ulas lebih dalam bagaimana ambisi di balik lensa ini menghancurkan ekosistem yang begitu rapuh!

Mengenai ulasan tentang Katak Langka India: hilang dari alam, ada di kamera telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Spesies Yang Terlibat: Galaxy Frog

Ia adalah katak langka yang hanya ditemukan di wilayah Western Ghats. Terlebih ia yang di kenal karena pola tubuhnya yang unik, di hiasi bintik-bintik biru dan oranye yang menyerupai galaksi. Sehingga mendapat julukan Galaxy Frog. Katak ini termasuk satu-satunya anggota genus Melanobatrachus. Maka menjadikannya sangat unik secara evolusi dan memiliki nilai ilmiah tinggi. Habitat Galaxy Frog terbatas pada hutan dataran rendah. Dan lereng berbatu dengan kelembaban tinggi. Tentunya di mana mereka biasanya bersembunyi di bawah daun, batang kayu, atau celah bebatuan. Populasinya sangat kecil dan terfragmentasi, membuat spesies ini rentan terhadap berbagai gangguan. Serta yang termasuk aktivitas manusia. Salah satu ancaman utama yang kini di laporkan adalah fotografi alam yang tidak bertanggung jawab. Penggunaan flash berintensitas tinggi, penanganan langsung oleh manusia. Dab sesi pemotretan yang panjang dapat menyebabkan stres, dehidrasi, bahkan bisa mengalami kematian.

Katak Langka India: Hilang Dari Alam, Ada Di Kamera Akibat Fotographer?

Kemudian juga masih membahas Katak Langka India: Hilang Dari Alam, Ada Di Kamera Akibat Fotographer?. Dan fakta lainnya adalah:

Lokasi Di India

Ia adalah spesies katak langka yang hanya di temukan di India. Tentunya dengan distribusi yang sangat terbatas di wilayah Western Ghats, pegunungan yang membentang di sepanjang pantai barat India bagian selatan. Western Ghats sendiri merupakan salah satu hotspot keanekaragaman hayati dunia. Kemudian terkenal karena memiliki banyak spesies endemik yang tidak dapat di temukan di tempat lain di bumi. Habitat alami Galaxy Frog berada di hutan dataran rendah yang lembap, lereng berbatu. Dan area dengan vegetasi lebat. Serta yang menyediakan tempat bersembunyi yang aman bagi katak ini, seperti di bawah tumpukan daun, batang kayu yang tumbang, dan celah-celah bebatuan. Lingkungan mikro ini sangat penting bagi kehidupan mereka. Karena katak ini sensitif terhadap perubahan kelembaban, suhu, dan gangguan fisik. Ia memiliki iklim tropis yang lembap, dengan curah hujan tinggi. Dan juga kelembaban konsisten sepanjang tahun.

Suhu yang relatif stabil dan kondisi hutan yang rimbun menciptakan lingkungan ideal baginya untuk mencari makan. Serta juga berkembang biak, dan bersembunyi dari predator. Namun, meskipun wilayah ini relatif terpencil, habitat mereka sangat rapuh dan terbatas. Sehingga populasi spesies ini mudah terganggu. Aktivitas manusia, khususnya fotografi alam yang tidak bertanggung jawab, telah menjadi ancaman serius. Banyak fotografer yang datang ke lokasi ini tanpa memperhatikan dampaknya. Kemudian menggulingkan kayu dan daun, merusak vegetasi, dan bahkan menangani katak secara langsung. Terlebih yang dapat menyebabkan stres, dehidrasi, atau penyakit pada individu yang tersentuh. Penemuan terbaru oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa beberapa individunya. Terlebih yang sebelumnya teramati di lokasi penelitian kini tidak lagi di temukan. Dan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa gangguan manusia telah mengurangi populasi mereka secara signifikan.

Investigasi: Dampak Foto “Maut” Terhadap Katak India

Selain itu, masih membahas Investigasi: Dampak Foto “Maut” Terhadap Katak India. Dan fakta lainnya adalah:

Populasi Yang Hilang

Ia adalah spesies yang populasinya sangat kecil dan terfragmentasi. Sehingga keberadaannya selalu menjadi perhatian para ilmuwan dan konservasionis. Penemuan awal menunjukkan bahwa katak ini hanya di temukan di beberapa titik spesifik di Western Ghats, India. Tentunya dengan jumlah individu yang teramati sangat terbatas. Dalam catatan penelitian pada awal 2020, tim ilmuwan berhasil mengidentifikasi sekitar 7 individu di lokasi penelitian tertentu. Kemudian juga yang menunjukkan bahwa populasi di alam liar memang kecil dan rentan terhadap gangguan. Namun, ketika peneliti kembali ke lokasi tersebut setelah beberapa tahun. Maka tidak satu pun individu Galaxy Frog yang berhasil di temukan lagi. Hilangnya individu ini menimbulkan kekhawatiran serius. Karena menandakan kemungkinan terjadinya penurunan populasi drastis dalam waktu singkat. Para ilmuwan menduga bahwa faktor utama hilangnya katak ini. Terlebihnya adalah gangguan manusia yang terjadi selama aktivitas fotografi di habitat mereka.

Akses manusia yang berlebihan ke area sensitif, penggunaan flash intensitas tinggi. Kemudian pemindahan kayu dan daun tempat katak bersembunyi, serta kontak langsung dengan manusia. Kemudian di duga menyebabkan stres berat, dehidrasi, dan bahkan kematian pada beberapa individu. Selain itu, kerusakan habitat mikro akibat gangguan manusia semakin memperburuk situasi. Struktur kayu yang terguling, vegetasi yang hancur. Dan celah-celah persembunyian yang tertutup atau rusak membuat katak kehilangan tempat perlindungan yang vital. Karena Galaxy Frog hidup dalam kelompok kecil dan populasi tersebar. Serta juga hilangnya beberapa individu saja dapat berdampak signifikan terhadap kelangsungan spesies. Bahkan bisa memicu kepunahan lokal. Fenomena hilangnya populasi ini menegaskan bahwa Galaxy Frog adalah spesies yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Kemudian juga dengan adanya gangguan manusia. Hal satu ini juga yang menjadi peringatan penting bagi upaya konservasi, bahwa selain menjaga habitat.

Investigasi: Dampak Foto “Maut” Terhadap Katak India Yang Spesiesnya Langka

Selanjutnya juga masih membahas Investigasi: Dampak Foto “Maut” Terhadap Katak India Yang Spesiesnya Langka. Dan fakta lainnya adalah:

Dugaan Penyebab: Fotografi Yang Merusak

Salah satu dugaan penyebab utama hilangnya Galaxy Frog (Melanobatrachus indicus) di alam liar. Tentunya adalah aktivitas fotografi yang tidak bertanggung jawab di habitat mereka. Galaxy Frog hidup di Western Ghats, India. Terlebihnya dalam habitat yang sangat spesifik, berupa hutan dataran rendah yang lembap, lereng berbatu. Dan juga area dengan vegetasi rimbun. Mereka sangat tergantung pada mikrohabitat yang rapuh, seperti tumpukan daun, batang kayu yang tumbang, dan celah bebatuan. Serta nantinya untuk bersembunyi, mencari makan, dan berkembang biak. Namun, keindahan visual katak ini dengan pola bintik-bintik biru dan oranye yang menyerupai galaksi. Dan telah menarik perhatian fotografer alam dan penggemar fotografi makro. Aktivitas manusia yang terus-menerus di area sensitif ini menyebabkan sejumlah gangguan yang serius:

Penggunaan flash berintensitas tinggi: Flash yang kuat dapat menimbulkan stres. Dan mengganggu sistem fisiologis katak, termasuk pola tidur dan perilaku makan. Paparan intensitas cahaya tinggi secara berulang berpotensi menyebabkan dehidrasi. Serta juga dnegan kerusakan jaringan pada katak yang sangat sensitif. Pemindahan dan gangguan habitat mikro: Untuk mendapatkan sudut foto terbaik, fotografer sering memindahkan kayu, daun, atau batu tempat katak bersembunyi. Tindakan ini merusak habitat mikro, menghilangkan tempat perlindungan yang vital. Dan membuat katak lebih rentan terhadap predator dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Kontak langsung dengan katak: Beberapa fotografer menangani katak secara langsung untuk menempatkan mereka dalam posisi yang lebih fotogenik. Sentuhan manusia dapat menyebabkan stres akut, dehidrasi. Dan transmisi penyakit, termasuk infeksi jamur dan bakteri yang mematikan bagi amfibi.

Jadi itu dia beberapa fakta mengenai hilangnya dari alam karena fotographer yang tak bertanggungjawab atas Katak Langka India.