Kebakaran Pabrik Sandal – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di kawasan industri Kota Medan. Kali ini, insiden tersebut menimpa sebuah pabrik sandal yang memproduksi merek Swallow dan Savilo milik PT Garuda Mas Perkasa. Kebakaran terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 27 Januari. Kejadian ini menyita perhatian masyarakat karena api tidak kunjung padam hingga lebih dari setengah hari setelah pertama kali muncul.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIB, api masih terlihat menyala di beberapa bagian bangunan pabrik. Petugas pemadam kebakaran terus berupaya melakukan pendinginan dan pemadaman untuk mencegah api kembali membesar. Material yang mudah terbakar di duga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pemadaman berlangsung cukup lama.
Upaya Pemadaman dan Pengamanan Lokasi
Petugas pemadam kebakaran di kerahkan sejak malam hari dan bekerja tanpa henti untuk mengendalikan situasi. Proses pemadaman menghadapi tantangan karena pabrik tersebut menyimpan bahan baku berupa karet, yang di kenal mudah terbakar dan menghasilkan asap tebal. Kondisi ini membuat api sulit di padamkan secara cepat dan memerlukan penanganan khusus.
Selain petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian juga turut berada di lokasi untuk melakukan pengamanan. Area sekitar pabrik dipasangi garis pembatas guna mencegah warga mendekat dan menghindari potensi bahaya. Masyarakat sekitar di imbau agar tetap waspada dan menjauh dari lokasi hingga situasi di nyatakan benar-benar aman.
Keterangan Aparat Kepolisian Terkait Kejadian
Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi awal dengan pihak perusahaan, seluruh karyawan yang berada di dalam area pabrik berhasil di evakuasi dengan aman. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur keselamatan dan evakuasi darurat dapat di jalankan dengan baik saat kejadian berlangsung.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Informasi awal dari saksi menyebutkan bahwa asap pertama kali terlihat berasal dari gedung penyimpanan bahan baku. Untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran, pihak kepolisian berencana melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya di harapkan dapat memberikan kejelasan mengenai faktor pemicu kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar pabrik sandal di Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/1/2026).
Dampak Kebakaran Terhadap Lingkungan Sekitar
Beruntungnya, api tidak merambat ke permukiman warga yang berada di sekitar kawasan pabrik. Rumah-rumah penduduk di laporkan dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung oleh kobaran api. Meski demikian, asap tebal sempat menyelimuti area sekitar, sehingga aktivitas warga terganggu sementara waktu.
Sebagai langkah antisipasi, aparat keamanan dan pihak terkait segera memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan asap serta potensi bahaya lain yang mungkin timbul selama proses pemadaman berlangsung.
Tindakan Perusahaan dan Kondisi Karyawan
Manajemen PT Garuda Mas Perkasa mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan seluruh karyawan. Saat kebakaran mulai terdeteksi, sekitar 70 karyawan yang sedang bekerja langsung di evakuasi dari area pabrik. Sementara itu, karyawan yang seharusnya masuk pada sif berikutnya di minta untuk tidak datang ke lokasi demi alasan keselamatan.
Secara keseluruhan, jumlah karyawan perusahaan mencapai lebih dari dua ratus orang. Untuk sementara waktu, seluruh aktivitas produksi di hentikan dan karyawan di liburkan hingga kondisi pabrik di nyatakan aman. Kebijakan ini di ambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan tenaga kerja.
Kerugian Material Masih Dalam Pendataan
Hingga saat ini, nilai kerugian akibat kebakaran masih belum dapat dipastikan. Pihak perusahaan dan aparat terkait masih melakukan pendataan serta evaluasi terhadap kerusakan bangunan dan peralatan produksi. Proses ini memerlukan waktu mengingat luasnya area pabrik dan intensitas kebakaran yang cukup besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi industri manufaktur akan perlunya sistem keamanan dan pencegahan kebakaran yang optimal, terutama pada pabrik yang menyimpan bahan mudah terbakar. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat dilakukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.