Mazda – kembali menunjukkan daya saingnya di pasar kendaraan sport utility vehicle (SUV) melalui peluncuran Mazda CX-5 generasi ketiga. Model terbaru ini hadir dengan pembaruan pada sisi desain, teknologi. Serta performa mesin yang membuatnya mendapatkan sambutan luar biasa dari konsumen di Jepang.

Dalam waktu yang relatif singkat sejak di perkenalkan kepada publik, Mazda CX-5 terbaru berhasil membukukan angka pemesanan yang jauh melampaui target perusahaan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa SUV andalan Mazda masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan yang semakin ketat pada segmen medium SUV.

Kesuksesan ini juga menjadi modal penting bagi Mazda untuk memperluas pemasaran CX-5 generasi terbaru ke berbagai negara lain dalam waktu dekat.

Penjualan Lampaui Target Lebih dari Lima Kali Lipat

Mazda resmi meluncurkan CX-5 generasi ketiga di Jepang pada 21 Mei 2026. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya hingga 23 Juni 2026, jumlah pemesanan kendaraan tersebut telah menembus angka lebih dari 10.000 unit.

Pencapaian tersebut jauh melampaui target awal Mazda yang hanya memproyeksikan penjualan sekitar 2.000 unit setiap bulan. Dengan kata lain, permintaan pasar terhadap model terbaru ini mencapai lebih dari lima kali lipat di bandingkan estimasi perusahaan.

Antusiasme konsumen menunjukkan bahwa pembaruan yang dilakukan Mazda pada generasi terbaru CX-5 mampu menjawab kebutuhan pasar, baik dari sisi desain, kenyamanan, maupun teknologi yang di tawarkan.

Keberhasilan di pasar domestik juga menjadi indikator positif sebelum Mazda memperkenalkan SUV ini ke pasar internasional. Salah satu negara yang di proyeksikan menjadi tujuan pemasaran berikutnya adalah Malaysia.

Hadir dalam Tiga Varian untuk Pasar Global

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai negara, Mazda menyiapkan tiga pilihan varian, yaitu S, G, dan L. Setiap tipe di rancang dengan karakter berkendara khas Mazda yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kenyamanan, pengendalian yang presisi, dan pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Di pasar Jepang, harga Mazda CX-5 generasi ketiga di banderol mulai dari 3,3 juta yen hingga 4.306.500 yen atau berkisar antara Rp330 juta sampai Rp431 jutaan setelah memperhitungkan pajak konsumsi setempat.

Menariknya, data pemesanan menunjukkan bahwa mayoritas konsumen lebih memilih varian tertinggi. Sekitar 65 persen pembeli menjatuhkan pilihan pada tipe L yang menawarkan fitur paling lengkap.

Sementara itu, tipe G menyumbang sekitar 32 persen dari total pemesanan. Adapun tipe S sebagai varian paling dasar hanya di pilih oleh sekitar tiga persen konsumen.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar pembeli lebih mengutamakan kelengkapan fitur di bandingkan harga yang lebih rendah.

Mazda CX-5 generasi ketiga berwarna merah dengan desain Kodo terbaru

Mazda melakukan penyegaran besar pada CX-5

Mesin Baru Di padukan Teknologi Mild Hybrid

Seluruh varian Mazda CX-5 generasi ketiga menggunakan mesin terbaru e-Skyactiv G berkapasitas 2,5 liter naturally aspirated empat silinder dengan penerapan siklus Miller.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 178 PS pada putaran mesin 6.000 hingga 6.200 rpm. Serta torsi maksimum sebesar 237 Nm pada rentang 3.800 hingga 4.000 rpm. Angka tersebut bahkan lebih tinggi di bandingkan spesifikasi awal yang di perkenalkan saat peluncuran global kendaraan ini.

Mazda juga melengkapi mesin tersebut dengan sistem mild hybrid 24 volt melalui Integrated Starter Generator (ISG). Teknologi elektrifikasi ringan ini memberikan tambahan tenaga sekitar 6,5 PS dan torsi sebesar 60,5 Nm.

Kehadiran sistem mild hybrid tidak hanya meningkatkan akselerasi saat kendaraan mulai bergerak. Tetapi juga membantu efisiensi konsumsi bahan bakar melalui dukungan sistem i-Stop yang mampu mengurangi penggunaan bahan bakar ketika kendaraan berhenti.

Seluruh varian di padukan dengan transmisi otomatis Skyactiv-Drive enam percepatan yang tersedia dalam pilihan penggerak roda depan (FWD) maupun penggerak semua roda (AWD).

Mazda Tetap Memasarkan CX-5 Generasi Kedua

Di tengah peluncuran model terbaru, Mazda Jepang tetap mempertahankan penjualan CX-5 generasi kedua. Strategi ini dilakukan untuk memberikan pilihan bagi konsumen yang menginginkan SUV berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif.

Varian bermesin bensin di jual mulai dari 2.810.500 yen hingga 3.812.600 yen atau sekitar Rp281 juta sampai Rp381 jutaan. Sementara versi diesel di pasarkan mulai 3.129.500 yen hingga 4.132.700 yen atau setara Rp313 juta hingga Rp413 jutaan.

Mazda menawarkan tiga pilihan trim untuk generasi kedua, yaitu i Selection, Black Selection, dan Sports Appearance.

Pada varian i Selection dan Black Selection, kendaraan di bekali mesin Skyactiv-G 2.0 liter yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 156 PS dengan torsi maksimum 199 Nm.

Sementara itu, trim Sports Appearance menggunakan mesin e-Skyactiv G 2.5 liter yang menghasilkan tenaga hingga 190 PS untuk versi penggerak roda depan dan 188 PS pada model AWD.

Bagi konsumen yang membutuhkan performa lebih tinggi, Mazda juga menyediakan pilihan mesin Skyactiv-D 2.2 liter turbo diesel. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 200 PS dengan torsi maksimum sebesar 450 Nm. Dan tersedia dalam beberapa pilihan trim, termasuk edisi khusus Drive Edition.

Kesimpulan

Keberhasilan Mazda CX-5 generasi ketiga meraih lebih dari 10.000 pemesanan dalam waktu satu bulan menjadi bukti kuat bahwa model ini masih memiliki daya saing tinggi di pasar SUV global. Desain yang semakin modern, dukungan teknologi mild hybrid, performa mesin yang meningkat. Serta pilihan fitur yang lengkap menjadi faktor utama tingginya minat konsumen.

Di sisi lain, keputusan Mazda untuk tetap mempertahankan penjualan CX-5 generasi kedua menunjukkan strategi perusahaan dalam menjangkau berbagai segmen pasar. Dengan kombinasi model baru dan model sebelumnya, Mazda memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar SUV. Baik di Jepang maupun negara-negara lain yang akan menjadi tujuan ekspansi berikutnya.