Asian Games – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mulai menata arah pembinaan atlet nasional sejak awal tahun 2026. Fokus utama di arahkan pada kesiapan menghadapi Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi–Nagoya, Jepang. Untuk mencapai target tersebut, PB PASI memilih pendekatan berbasis kompetisi internasional sebagai sarana evaluasi awal.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, PB PASI merancang keikutsertaan atlet Indonesia dalam kejuaraan atletik indoor tingkat Asia. Ajang ini akan di gelar di Tianjin, China, dan di jadwalkan berlangsung pada Februari 2026. Keikutsertaan ini di posisikan sebagai uji coba penting sebelum memasuki fase pembinaan yang lebih intensif.
Asian Indoor Athletics Championship sebagai Tolok Ukur Awal
Asian Indoor Athletics Championship 2026 di pandang memiliki nilai strategis bagi pembinaan atlet nasional. Kompetisi ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia. Oleh karena itu, tingkat persaingan yang di hadapi dinilai relevan dengan Asian Games.
Selain itu, karakter kompetisi indoor menuntut adaptasi teknik dan strategi yang berbeda. Kondisi tersebut memberi kesempatan bagi pelatih untuk mengukur fleksibilitas atlet. Di sisi lain, performa yang di tampilkan dapat di jadikan dasar penyusunan program latihan lanjutan.
Melalui ajang ini, PB PASI berharap memperoleh gambaran objektif mengenai kesiapan atlet. Evaluasi tidak hanya dilakukan dari hasil akhir, tetapi juga dari proses bertanding. Dengan demikian, pembinaan dapat di sesuaikan secara lebih tepat sasaran.
Uji Coba Internasional sebagai Parameter Pembinaan
PB PASI menilai bahwa uji coba di level Asia memiliki fungsi strategis. Ajang ini di gunakan sebagai parameter awal menuju Asian Games 2026. Pasalnya, lawan yang di hadapi berasal dari kawasan yang sama.
Sementara itu, hasil dari kejuaraan ini akan menjadi bahan analisis menyeluruh. Aspek fisik, teknik, dan mental bertanding akan di evaluasi secara simultan. Oleh karena itu, uji coba ini memiliki peran penting dalam perencanaan jangka menengah.
Di sisi lain, keikutsertaan dalam kompetisi internasional juga berdampak pada peningkatan kepercayaan diri atlet. Pengalaman bertanding di luar negeri menjadi bekal berharga saat menghadapi tekanan kompetisi besar.

Tim Atletik Indonesia di SEA Games 2025 lalu. Foto: dok. PB PASI
Program Mandiri di Tengah Transisi Pelatnas
Hingga saat ini, PB PASI masih menjalankan program pembinaan secara mandiri. Hal ini di sebabkan oleh belum di tetapkannya Pelatnas multievent Asian Games 2026 secara resmi. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat proses persiapan atlet.
Sebaliknya, PB PASI tetap bergerak aktif dengan memanfaatkan sumber daya internal. Perencanaan dilakukan secara bertahap dan terukur. Oleh karena itu, seleksi atlet yang akan di kirim ke Tianjin di lakukan dengan cermat.
Daftar atlet masih dalam tahap pembahasan. Penentuan nama akan mempertimbangkan performa terkini serta potensi pengembangan jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, PB PASI berharap setiap atlet yang di kirim benar-benar siap bersaing.
Sinergi Atlet Senior dan Junior dalam Regenerasi
Selain mengejar prestasi, PB PASI juga menanamkan misi regenerasi. Sejumlah atlet junior di rencanakan ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Tujuannya adalah memberikan pengalaman internasional sejak dini.
Di sisi lain, keikutsertaan atlet muda juga menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games 2027. Dengan jam terbang yang memadai, diharapkan transisi generasi dapat berjalan lebih mulus.
Namun demikian, tidak semua nomor atletik di pertandingkan dalam kompetisi indoor. Oleh karena itu, komposisi atlet di sesuaikan dengan nomor yang tersedia. Pendekatan ini dilakukan agar pembinaan tetap efektif dan relevan.
Konsistensi Pembinaan Pasca SEA Games 2025
Keberhasilan atletik Indonesia pada SEA Games 2025 menjadi landasan penting bagi PB PASI. Raihan medali yang signifikan menunjukkan hasil positif dari pembinaan sebelumnya. Oleh karena itu, konsistensi menjadi fokus utama selanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, atlet peraih medali emas dan perak di prioritaskan masuk Pelatnas berkelanjutan. Program ini di pusatkan di Pusat Pelatihan Atletik Pangalengan, Jawa Barat. Melalui sistem latihan terstruktur, performa atlet di harapkan tetap terjaga.
Penutup
Secara keseluruhan, PB PASI menunjukkan komitmen kuat dalam mempersiapkan atlet menuju Asian Games 2026. Melalui uji coba internasional, pembinaan mandiri, serta program regenerasi, fondasi prestasi terus di perkuat. Dengan perencanaan yang terarah, atletik Indonesia di harapkan mampu bersaing secara kompetitif di tingkat Asia.