Pesawat Smart Air – Insiden penembakan pesawat milik maskapai Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Peristiwa ini berlangsung pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIT, sesaat setelah pesawat mendarat dan menurunkan para penumpang. Situasi yang awalnya berjalan normal berubah menjadi mencekam ketika sekelompok orang bersenjata tiba-tiba melakukan serangan ke arah pesawat dan area bandara.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal aparat keamanan, serangan tersebut di duga di lakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang di pimpin oleh Elkius Kobak. Kelompok ini di sebut datang dari area penginapan bandara dengan membawa senjata api dan langsung melepaskan tembakan secara beruntun ke arah pesawat.
Situasi Panik Usai Tembakan Dilepaskan
Ketika tembakan mulai terdengar, suasana bandara berubah menjadi kacau. Para penumpang yang baru saja turun dari pesawat di laporkan panik dan berusaha mencari perlindungan untuk menyelamatkan diri. Kondisi darurat tersebut juga memaksa pilot dan kopilot pesawat untuk segera meninggalkan kokpit demi menghindari ancaman langsung dari para pelaku.
Pilot bernama Egon Irawan dan kopilot Baskoro di laporkan berlari menjauh dari landasan pacu menuju pemukiman warga yang berada di sekitar bandara. Upaya penyelamatan diri ini di lakukan secara spontan di tengah kepanikan akibat tembakan yang terus di arahkan ke area bandara.
Pilot dan Kopilot Dikejar Hingga Tertangkap
Meskipun sempat mencoba melarikan diri, pilot dan kopilot tersebut di ketahui di kejar oleh anggota KKB. Berdasarkan keterangan aparat, keduanya berhasil di tangkap oleh kelompok bersenjata itu tidak jauh dari area bandara. Setelah di tangkap, korban kemudian di bawa kembali ke landasan pacu.
Tidak berselang lama setelah di bawa kembali ke area bandara, pilot dan kopilot di laporkan menjadi korban penembakan yang di lakukan oleh para pelaku. Keduanya di nyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, tepat di area landasan pacu Bandara Korowai Batu.

Foto: Pilot dan kopilot pesawat Smart Air tewas di tembak KKB di Bandara Korowai, Papua.
Hasil Olah TKP dan Temuan di Lokasi Kejadian
Tim gabungan dari aparat keamanan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Dalam proses tersebut, sebanyak 23 titik penting berhasil di identifikasi dan di beri penomoran. Titik-titik tersebut mencakup posisi awal pelaku melepaskan tembakan, lokasi pesawat saat di serang, serta area penangkapan dan eksekusi korban.
Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, di temukan sedikitnya 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Selain itu, tim juga mengamankan pecahan kaca jendela pesawat sebagai barang bukti. Di area landasan pacu, aparat menemukan dua selongsong peluru serta satu butir amunisi yang di duga di gunakan dalam aksi penembakan tersebut.
Lokasi evakuasi jenazah pilot dan kopilot berada di Terminal Bandara Korowai Batu. Proses evakuasi di lakukan dengan pengamanan ketat mengingat situasi keamanan yang masih rawan.
Keterangan Saksi dan Dugaan Pelaku
Sejumlah saksi yang berada di sekitar bandara telah di mintai keterangan oleh aparat. Namun, para saksi mengaku tidak mengenali identitas para pelaku penembakan. Mereka juga menyatakan bahwa kelompok bersenjata tersebut di duga bukan berasal dari warga setempat yang tinggal di sekitar Bandara Korowai.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa serangan ini di lakukan oleh KKB yang beroperasi di wilayah Yahukimo dan sekitarnya. Kelompok tersebut di ketahui memiliki beberapa faksi, termasuk yang di kenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah, yang di sebut-sebut berada di bawah komando Elkius Kobak.
Langkah Aparat dan Pendalaman Kasus
Aparat keamanan saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait motif serangan serta keterlibatan kelompok bersenjata lainnya. Pengamanan di wilayah Bandara Korowai dan sekitarnya di perketat guna mencegah terjadinya insiden serupa.
Kasus penembakan pesawat Smart Air ini menjadi perhatian serius aparat karena tidak hanya merusak fasilitas penerbangan, tetapi juga menyebabkan korban jiwa. Proses penyelidikan terus berlanjut dengan mengumpulkan bukti tambahan serta keterangan lanjutan dari para saksi di lapangan.