Pemerintah Indonesia tengah merancang sebuah model pendidikan baru. Yang bertujuan memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara merata di seluruh wilayah. Model tersebut di kenal dengan istilah Sekolah Terintegrasi. Sebuah gagasan strategis yang di arahkan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah hingga menengah. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Konsep Sekolah Terintegrasi dalam Kebijakan Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Sekolah Terintegrasi di rancang sebagai satuan pendidikan. Yang menghubungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu sistem pembelajaran yang berkesinambungan. Model ini memungkinkan peserta didik untuk menempuh pendidikan secara terstruktur dari jenjang awal hingga menengah tanpa harus berpindah institusi secara signifikan.
Rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi di targetkan berada di setiap kecamatan di Indonesia. Penempatan pada tingkat kecamatan di nilai strategis karena dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Dengan demikian, sekolah ini diharapkan menjadi solusi konkret atas kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Tujuan Penguatan Karakter dan Daya Saing Lulusan
Salah satu tujuan utama pendirian Sekolah Terintegrasi adalah menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan bersaing di tingkat nasional. Sistem pembelajaran yang di rancang berkelanjutan di yakini mampu membentuk peserta didik secara holistik, mencakup aspek intelektual, sosial, dan moral.
Pendekatan ini menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Melalui kurikulum yang terintegrasi, siswa di harapkan memperoleh nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan yang konsisten sejak dini hingga jenjang lanjutan.

Ilustrasi siswa SMA, SMK anggota OSIS, Pramuka, Paskibraka
Tahapan Pengkajian dan Pengembangan Model Sekolah
Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memulai tahapan pengkajian konsep Sekolah Terintegrasi. Salah satu langkah awal dilakukan melalui studi terhadap sekolah yang telah menerapkan pola serupa di Samarinda, Kalimantan Timur. Model tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesesuaian dengan visi nasional pendidikan yang dicanangkan pemerintah.
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah berperan aktif dalam merumuskan kerangka konseptual sekolah ini. Pengkajian mencakup aspek kurikulum, tata kelola sekolah, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah sekolah akan di bangun baru atau melalui transformasi dari sekolah yang telah ada.
Perbedaan Sekolah Terintegrasi dengan Model Sekolah Lain
Penting untuk di tegaskan bahwa Sekolah Terintegrasi memiliki karakteristik yang berbeda dari model Sekolah Rakyat maupun Sekolah Garuda. Jika Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama. Maka Sekolah Terintegrasi di rancang sebagai sekolah reguler yang beroperasi sebagaimana sekolah pada umumnya.
Meskipun bersifat reguler, Sekolah Terintegrasi mengusung pendekatan manajemen dan pembelajaran yang terkoordinasi lintas jenjang. Hal ini menjadi pembeda utama yang menekankan kesinambungan proses belajar tanpa mengubah pola kehidupan sosial peserta didik secara drastis.
Implikasi Kebijakan bagi Pemerataan Pendidikan
Apabila di terapkan secara konsisten, Sekolah Terintegrasi berpotensi menjadi instrumen penting dalam pemerataan pendidikan nasional. Keberadaannya di setiap kecamatan memungkinkan peningkatan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat luas, khususnya kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dan geografis.
Selain itu, kebijakan ini juga di harapkan mampu memperkuat sistem pendidikan nasional yang adaptif terhadap kebutuhan lokal tanpa mengabaikan standar mutu nasional. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan lintas sektor, Sekolah Terintegrasi dapat menjadi fondasi baru dalam pembangunan pendidikan Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan.