Program Makan Bergizi (MBG) terus mengalami penguatan dari sisi kualitas layanan. Salah satu fokus utama pemerintah adalah aspek kebersihan dan keamanan pangan. Hingga awal 2026, ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah di nyatakan memenuhi standar higiene sanitasi. Capaian ini mencerminkan adanya perbaikan sistematis dalam pelaksanaan program secara nasional.
Di sisi lain, sertifikasi tersebut bukan di peroleh secara instan. Setiap SPPG harus melalui tahapan evaluasi yang ketat. Pemeriksaan meliputi proses pengolahan makanan, kondisi dapur, hingga uji laboratorium. Oleh karena itu, hanya unit yang benar-benar memenuhi persyaratan yang dapat di nyatakan laik.
Peran Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Sertifikasi
Meski jumlah SPPG tersertifikasi terus bertambah, proporsinya masih tergolong rendah di bandingkan total unit yang telah berdiri. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat untuk memperkuat peran dinas kesehatan daerah. Pendampingan teknis dan pengawasan rutin menjadi langkah yang dinilai penting.
Selain itu, peningkatan sertifikasi di pandang sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Makanan bergizi tidak akan memberi manfaat optimal jika proses penyajiannya tidak aman. Dengan demikian, standar sanitasi menjadi fondasi utama keberlanjutan program MBG.
Perluasan Sasaran Penerima Manfaat MBG
Sementara fokus kualitas terus di tingkatkan, cakupan penerima manfaat juga mengalami perluasan. Program MBG tidak lagi terbatas pada peserta didik. Kebijakan terbaru menegaskan bahwa guru dan tenaga pendukung sekolah juga berhak menerima manfaat yang sama.
Langkah ini di nilai strategis. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya di bentuk oleh siswa. Guru, tenaga administrasi, dan petugas kebersihan memiliki peran penting dalam aktivitas harian sekolah. Oleh karena itu, pemenuhan gizi bagi seluruh unsur sekolah dianggap relevan dan berkeadilan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat.
Evaluasi Dampak Gizi Berbasis Medis
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak cukup di ukur dari jumlah penerima. Dampak gizi harus di analisis secara ilmiah. Pendekatan medis menjadi dasar utama dalam menilai efektivitas program ini.
Proses tersebut membutuhkan waktu dan ketelitian. Data kesehatan siswa harus di kumpulkan secara sistematis. Oleh sebab itu, pemerintah menghindari kesimpulan prematur. Evaluasi berbasis bukti di anggap penting agar program tetap kredibel dan dapat di pertanggungjawabkan.
Target Nasional dan Penguatan Kualitas Layanan
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan puluhan juta warga menerima manfaat MBG. Target tersebut di susun berdasarkan pertumbuhan signifikan selama tahun sebelumnya. Namun demikian, ekspansi program tidak dilakukan tanpa kontrol kualitas.
Sebagai langkah penguatan, SPPG akan di kelompokkan berdasarkan standar layanan dan keamanan pangan. Dengan cara ini, setiap unit di harapkan mampu memenuhi kriteria yang sama. Tujuannya jelas, yaitu memastikan makanan yang di sediakan aman sekaligus bernilai gizi tinggi.
Keamanan Pangan dan Inovasi Menu
Selain sertifikasi, keamanan pangan menjadi perhatian utama. Sepanjang akhir 2025, jumlah kasus gangguan kesehatan akibat makanan menunjukkan tren penurunan. Hal ini menandakan bahwa pengawasan mulai berjalan efektif.
Di samping itu, variasi menu juga menjadi sorotan. Ketergantungan pada bahan tertentu berpotensi menimbulkan masalah harga dan kejenuhan. Oleh karena itu, di versifikasi menu, terutama sumber protein seperti ikan, terus di dorong agar asupan gizi tetap seimbang.
Posisi Program MBG dalam Skala Global
Dalam perspektif global, capaian MBG Indonesia dinilai cukup menonjol. Dalam waktu relatif singkat, jumlah penerima manfaat meningkat signifikan. Perbandingan dengan negara lain menunjukkan bahwa program ini berkembang dengan cepat.
Meski demikian, kritik tetap muncul. Pemerintah memandang kritik sebagai bagian dari dinamika kebijakan publik. Namun, komitmen untuk melanjutkan MBG tetap kuat. Dukungan masyarakat serta manfaat yang di rasakan langsung menjadi dasar keyakinan bahwa program ini layak di teruskan dan di sempurnakan.