Kemenangan telak yang di raih Como 1907 atas Torino pada pekan ke-22 Liga Italia musim 2025/26 menjadi sorotan banyak pihak. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como tampil dominan dan mengakhiri laga dengan skor mencolok 6-0. Meski demikian, pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam euforia.

Bagi Fabregas, kemenangan besar tersebut hanyalah bagian dari proses panjang yang sedang di jalani klub promosi tersebut. Ia menilai keberhasilan tim bukan alasan untuk mengendurkan fokus, terlebih jadwal padat sudah menanti dalam waktu dekat. Tantangan selanjutnya datang dari ajang Coppa Italia, kompetisi yang juga memiliki nilai penting bagi perkembangan tim.

Jadwal Padat Memaksa Como Langsung Alih Fokus

Setelah pertandingan melawan Torino, Como tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati kemenangan. Dalam hitungan hari, mereka harus kembali bersiap menghadapi laga babak 16 besar Coppa Italia melawan Fiorentina di Stadio Artemio Franchi.

Fabregas menekankan bahwa jadwal yang rapat menuntut tim untuk tetap berada dalam kondisi mental dan fisik terbaik. Ia menyebut bahwa konsistensi dan kesiapan menghadapi laga berikutnya jauh lebih penting di bandingkan sekadar merayakan kemenangan besar. Menurutnya, fokus tim saat ini sepenuhnya tertuju pada persiapan menghadapi Fiorentina, baik dari sisi taktik maupun kesiapan pemain.

Filosofi Kerja Keras dan Kesadaran Identitas Tim

Sebagai pelatih muda, Fabregas terus menanamkan kesadaran akan identitas tim kepada para pemainnya. Ia mengingatkan bahwa Como masih dalam tahap membangun fondasi sebagai klub yang mampu bersaing di level tertinggi. Kerja keras, disiplin, dan pemahaman taktik menjadi nilai utama yang selalu di tekankan dalam setiap sesi latihan.

Fabregas juga mengapresiasi kontribusi pemain yang di nilai mampu membaca jalannya pertandingan dengan baik. Menurutnya, kemampuan memahami situasi di lapangan merupakan faktor penting yang membuat Como tampil efektif, terutama saat menghadapi lawan yang menerapkan skema permainan berbeda.

Cesc Fabregas memberikan arahan kepada pemain Como 1907 usai kemenangan telak di Liga Italia

Pelatih Como, Cesc Fabregas.

Pendekatan Taktik yang Fleksibel dan Adaptif

Salah satu kekuatan utama Como di bawah asuhan Fabregas adalah fleksibilitas taktik. Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea tersebut tidak ingin timnya terpaku pada satu pola permainan. Ia percaya bahwa setiap pertandingan membutuhkan pendekatan yang berbeda, tergantung karakteristik lawan.

Pengalaman Fabregas yang pernah bekerja di bawah arahan Pep Guardiola saat memperkuat Barcelona turut membentuk cara pandangnya dalam membaca permainan. Ia menilai bahwa kemampuan beradaptasi, baik dalam menyerang maupun bertahan, menjadi kunci untuk menjaga performa tim tetap stabil sepanjang musim.

Dalam laga melawan Torino, misalnya, Como mampu memanfaatkan ruang kosong akibat skema penjagaan ketat lawan. Sementara pada pertandingan sebelumnya kontra Lazio, pendekatan permainan lebih menekankan pada variasi umpan dan pergerakan tanpa bola. Hal ini menunjukkan bahwa Como tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga kecerdasan kolektif dalam menerapkan strategi.

Posisi Klasemen dan Konsistensi Performa Como

Kemenangan atas Torino membawa dampak signifikan bagi posisi Como di klasemen sementara Liga Italia. Klub asal Lombardy tersebut kini menempati peringkat kelima dengan raihan 40 poin, berada di atas Juventus yang mengoleksi 39 poin dan masih menyimpan satu pertandingan.

Situasi ini mencerminkan konsistensi performa Como sepanjang musim. Meski berstatus sebagai tim yang relatif baru di papan atas, mereka mampu bersaing dengan klub-klub besar, termasuk Juventus yang di jadwalkan menghadapi Napoli pada laga pekan yang sama. Bagi Fabregas, pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berkembang dan menjaga stabilitas permainan tim di setiap kompetisi yang di ikuti.