Presiden Amerika Serikat – Donald Trump kembali menjadi perhatian setelah membagikan sebuah gambar yang memuat peringkat para pemimpin AS dari masa ke masa. Dalam unggahan tersebut, Trump di tempatkan dalam kategori tertinggi sebagai presiden paling hebat, bahkan berada di atas sejumlah tokoh bersejarah seperti George Washington dan Abraham Lincoln.
Gambar tersebut di bagikan Trump melalui akun Truth Social pada 27 Agustus 2026. Berdasarkan laporan CNN pada Senin, 31 Agustus 2026, unggahan itu memperlihatkan sejumlah presiden Amerika Serikat yang di kelompokkan berdasarkan penilaian terhadap masa kepemimpinan mereka.
Menariknya, daftar tersebut tidak hanya menempatkan Trump pada posisi teratas. Beberapa pendahulunya justru masuk kategori paling rendah. Salah satunya adalah Joe Biden, yang menjabat sebagai presiden sebelum Trump kembali memimpin Amerika Serikat.
Enam Kategori Peringkat Presiden Amerika Serikat
Gambar yang di unggah Trump membagi para presiden AS ke dalam enam tingkatan berbeda. Pengelompokan di mulai dari kategori presiden gagal hingga tingkatan tertinggi yang menggambarkan sosok presiden terhebat.
Secara berurutan, kategori tersebut mencakup presiden gagal, presiden di bawah rata-rata, presiden rata-rata atau biasa, presiden yang hampir hebat, presiden hebat, serta presiden terhebat.
Trump sendiri di tempatkan pada kategori terakhir atau tingkatan paling tinggi. Dengan demikian, gambar tersebut secara tidak langsung menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang di anggap memiliki pencapaian lebih tinggi di bandingkan presiden Amerika Serikat lainnya.
Penempatan tersebut kemudian menarik perhatian karena beberapa tokoh penting dalam sejarah AS berada di bawah Trump. George Washington, misalnya, di kenal sebagai presiden pertama Amerika Serikat. Sementara itu, Abraham Lincoln merupakan salah satu pemimpin yang memiliki peran besar dalam sejarah politik negara tersebut.
Joe Biden dan Barack Obama Masuk Kategori Presiden Gagal
Selain menampilkan Trump pada posisi tertinggi, daftar itu turut memasukkan sejumlah mantan presiden ke kategori paling rendah.
Joe Biden menjadi salah satu nama yang di tempatkan dalam kelompok presiden gagal. Biden merupakan pendahulu Trump sebelum pergantian pemerintahan terakhir di Amerika Serikat.
Tak hanya Biden, Barack Obama juga berada dalam kategori yang sama. Nama lainnya yang di tempatkan dalam kelompok tersebut antara lain Ulysses S. Grant, Warren G. Harding, dan Jimmy Carter.
Pengelompokan tersebut menjadi salah satu bagian yang mencolok dari unggahan Trump. Terlebih, Biden dan Obama merupakan dua tokoh politik dari Partai Demokrat yang selama ini kerap menjadi sasaran kritik Trump dalam berbagai kesempatan.
Meski demikian, gambar yang di bagikan itu tidak menyertakan penjelasan terperinci mengenai metode yang di gunakan untuk menentukan posisi masing-masing presiden.

Foto Donald Trump
Sejumlah Presiden Ditempatkan di Bawah Rata-rata
Daftar tersebut juga memiliki kategori khusus bagi presiden yang di nilai berada di bawah rata-rata. Sejumlah nama dari berbagai periode sejarah Amerika Serikat di tempatkan pada kelompok ini.
Mereka antara lain John Tyler, Calvin Coolidge, Millard Fillmore, Zachary Taylor, James Buchanan, serta Franklin Pierce.
Sementara itu, tokoh-tokoh lain mendapatkan penilaian yang lebih tinggi. Abraham Lincoln dan George Washington termasuk dalam jajaran presiden yang memperoleh posisi terbaik dalam daftar tersebut, meskipun keduanya tetap berada di bawah kategori yang di tempati Trump.
Selain Washington dan Lincoln, nama John Adams juga mendapatkan posisi tinggi dalam gambar yang beredar tersebut.
Perbedaan posisi setiap tokoh memperlihatkan bahwa daftar itu mencakup presiden dari berbagai periode pemerintahan. Namun, tidak ada keterangan yang menjelaskan indikator penilaian yang di gunakan, seperti kebijakan ekonomi, kepemimpinan saat krisis, hubungan luar negeri, popularitas publik, ataupun pencapaian pemerintahan.
Asal-usul Daftar Peringkat Belum Jelas
CNN melaporkan bahwa sumber asli dari daftar peringkat presiden yang di bagikan Trump belum di ketahui secara jelas. Karena itu, belum dapat di pastikan siapa yang menyusun penilaian tersebut maupun dasar yang di gunakan dalam menentukan peringkat.
Ketiadaan informasi mengenai sumber menjadi penting karena penilaian terhadap kinerja presiden biasanya bergantung pada metodologi tertentu. Survei akademik, misalnya, dapat menggunakan pandangan sejarawan atau pakar politik dengan sejumlah indikator yang sudah di tentukan sebelumnya.
Namun, dalam gambar yang di bagikan Trump, informasi mengenai metode maupun lembaga yang menyusun peringkat tersebut tidak di sebutkan.
CNN menyatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta tanggapan mengenai daftar yang di unggah Trump. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait sumber maupun latar belakang gambar tersebut.
Hingga laporan itu di terbitkan, asal-usul peringkat masih menjadi pertanyaan. Meski demikian, unggahan tersebut kembali memperlihatkan gaya komunikasi Trump di media sosial yang kerap menggunakan pernyataan maupun konten visual untuk menyampaikan pandangannya mengenai politik dan kepemimpinannya.
Dengan menempatkan dirinya pada kategori tertinggi, unggahan tersebut menggambarkan Trump sebagai presiden terbaik di bandingkan seluruh pendahulunya. Akan tetapi, tanpa informasi mengenai penyusun dan metode penilaian, daftar itu tidak dapat di perlakukan sebagai peringkat akademik atau penilaian resmi terhadap sejarah kepresidenan Amerika Serikat.