Galungan – Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, menunjukkan tren stabil setelah rangkaian perayaan Hari Suci Galungan. Momen keagamaan umat Hindu tersebut sebelumnya sempat mendorong peningkatan permintaan terhadap berbagai komoditas pangan, namun kondisi pasar kini kembali normal dengan harga yang cenderung terkendali.

Pantauan di dua pasar utama, yakni Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar Singaraja, memperlihatkan aktivitas perdagangan berjalan lebih tenang di bandingkan periode menjelang hari raya. Komoditas seperti cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, serta daging ayam tidak lagi mengalami lonjakan harga yang signifikan. Pasokan barang dari distributor dan petani lokal juga kembali lancar sehingga menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang di pasar.

Kondisi Harga Cabai dan Bawang Mulai Kembali Normal

Pergerakan harga cabai rawit di Pasar Banyuasri menunjukkan penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan menjelang Galungan. Salah satu pedagang, Made Sulastri, menyebut harga cabai kini berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, lebih rendah di bandingkan periode puncak permintaan saat hari raya.

Ia menjelaskan bahwa penurunan harga terjadi seiring berkurangnya permintaan masyarakat. Saat menjelang Galungan, kebutuhan rumah tangga meningkat tajam sehingga harga beberapa komoditas ikut terdorong naik. Namun setelah perayaan selesai, pola belanja masyarakat kembali normal dan membuat harga lebih stabil.

Selain cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami penyesuaian ke bawah. Kedua komoditas tersebut kini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka sekitar Rp50 ribu per kilogram. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar tradisional.

Harga Telur dan Ayam Mengalami Penyesuaian Stabil

Stabilitas harga juga terlihat pada komoditas telur ayam. Pedagang sembako di Pasar Banyuasri, I Ketut Suarda, menjelaskan bahwa harga telur ayam kini berada di kisaran Rp50 ribu per kerat berisi 30 butir. Sebelumnya, harga telur sempat naik akibat lonjakan permintaan selama persiapan dan pelaksanaan hari raya.

Ia menilai kondisi saat ini memberikan kepastian bagi pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi harian. Penurunan aktivitas pembelian dalam jumlah besar membuat harga kembali berada pada level yang lebih stabil dan mudah di prediksi.

Sementara itu, harga daging ayam di Pasar Anyar Singaraja juga menunjukkan pola serupa. Pedagang Komang Budi menyebut harga ayam potong kini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, setelah sebelumnya mengalami kenaikan saat permintaan meningkat. Untuk bagian tertentu seperti dada ayam, harga sedikit lebih tinggi dan mencapai sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Kebutuhan Pokok

Susana para pedagang di Pasar Banyuasri, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (20/6/2026).

Stabilitas Pasokan Dorong Keseimbangan Harga di Pasar Tradisional

Selain faktor permintaan, stabilitas harga kebutuhan pokok di Singaraja juga dipengaruhi oleh lancarnya distribusi barang dari pemasok. Pedagang di Pasar Anyar, Ni Luh Erni, menjelaskan bahwa pasokan sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, dan kacang panjang kembali normal setelah masa puncak konsumsi selama Galungan berakhir.

Petani lokal kembali mengirimkan hasil panen dalam jumlah cukup, sehingga ketersediaan barang di pasar tetap terjaga. Kondisi ini membuat harga sayuran tidak mengalami lonjakan maupun penurunan drastis, melainkan bergerak stabil mengikuti pola pasar yang wajar.

Cuaca yang relatif bersahabat dalam beberapa waktu terakhir juga membantu proses distribusi dari daerah produksi menuju pasar tradisional di Buleleng. Kondisi jalan dan transportasi yang lancar mempercepat pengiriman bahan pangan sehingga tidak terjadi penumpukan atau kelangkaan barang.

Aktivitas Pasar Kembali Normal Pasca Hari Raya

Setelah periode Galungan, aktivitas jual beli di pasar tradisional Singaraja kembali berjalan normal. Konsumen tidak lagi melakukan pembelian dalam jumlah besar seperti saat menjelang hari raya, sehingga transaksi berlangsung lebih stabil dan terukur.

Para pedagang menilai kondisi ini sebagai fase pemulihan alami setelah lonjakan permintaan musiman. Pola konsumsi masyarakat kembali ke kebutuhan harian, sementara pedagang menyesuaikan stok barang agar tetap seimbang dengan tingkat pembelian.

Situasi ini juga memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi lokal, khususnya di sektor perdagangan kebutuhan pokok. Dengan harga yang lebih terkendali dan pasokan yang mencukupi, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan kenaikan harga yang signifikan.

Kesimpulan Pergerakan Harga Pangan di Buleleng

Secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok di Singaraja menunjukkan kondisi stabil setelah berakhirnya perayaan Galungan. Komoditas utama seperti cabai, bawang, telur, ayam, dan sayuran kembali berada pada level harga yang lebih seimbang.

Keseimbangan antara permintaan masyarakat, ketersediaan stok dari distributor, serta dukungan pasokan petani lokal menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas tersebut. Kondisi ini diharapkan terus berlanjut agar pasar tradisional di Kabupaten Buleleng tetap terjaga dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejolak harga yang tajam di masa mendatang.