Kampung Legendaris – menghadirkan lebih dari 40 kuliner khas Nusantara dari berbagai daerah di Mal Ciputra Jakarta, Jakarta Barat. Festival ini berlangsung di Center Court, Lower Ground, hingga Minggu, 23 Agustus 2026. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Berbeda dari festival makanan pada umumnya, penyelenggara berupaya mempertahankan cita rasa asli setiap hidangan. Sejumlah pelaku usaha bahkan datang langsung dari daerah asal untuk menyajikan makanan kepada pengunjung di Jakarta.
Konsep tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia tanpa harus bepergian ke berbagai kota. Selain itu, festival ini menjadi ruang bagi usaha kuliner daerah untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.
Puluhan Kuliner Legendaris Berkumpul di Jakarta
Kampung Legendaris menghadirkan berbagai usaha kuliner yang telah bertahan selama puluhan tahun. Beberapa di antaranya bahkan sudah melayani pelanggan sejak sebelum Indonesia merdeka.
Pengunjung dapat menemukan Warung Klepon Gianyar Bali yang telah beroperasi sejak 1980. Kemudian, ada Toko OEN asal Semarang yang memiliki sejarah sejak 1936.
Kuliner lainnya datang dari Pontianak melalui Bubur Ikan Ahian yang berdiri sejak 1983. Sementara itu, Warung Nasi Pecel Yu Gembrot asal Madiun telah menjalankan usahanya sejak 1942.
Pilihan makanan semakin beragam dengan kehadiran Nasi Cumi Hitam Pak Kris dari Madura. Usaha kuliner tersebut mulai beroperasi pada 2006.
General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, menjelaskan bahwa penyelenggara sengaja menghadirkan sejumlah pelaku usaha langsung dari daerahnya. Langkah tersebut bertujuan menjaga keaslian pengalaman kuliner yang diterima pengunjung.
Menurutnya, masyarakat dapat mengenal cita rasa khas suatu daerah melalui festival tersebut. Ketika berkunjung ke daerah asal makanan itu, mereka juga sudah memiliki gambaran mengenai kuliner yang ingin dicoba.
Festival ini sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan UMKM kuliner Indonesia. Dengan bertemu konsumen baru, pelaku usaha daerah memiliki kesempatan memperluas pengenalan mereknya.
Tenant Dipilih Setelah Melalui Proses Penilaian
Penyelenggara tidak hanya melihat tingkat popularitas ketika menentukan tenant Kampung Legendaris. Tim melakukan penilaian terhadap makanan sebelum mengundang pelaku usaha mengikuti festival.
Salah satu tahapan penting adalah mencicipi langsung hidangan yang ditawarkan. Dari proses tersebut, tim dapat menilai kualitas dan karakter rasa setiap makanan.
Selain rasa, perjalanan usaha menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Penyelenggara mencari usaha yang memiliki rekam jejak panjang dan mampu mempertahankan kualitas produknya.
Konsistensi resep juga mendapat perhatian. Sebab, salah satu daya tarik kuliner legendaris terletak pada cita rasa yang tetap terjaga meski usaha sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Karena itu, tenant yang hadir tidak semata-mata di pilih berdasarkan ketenarannya. Faktor sejarah, kualitas makanan, dan kemampuan menjaga karakter hidangan ikut menentukan keputusan penyelenggara.

Kampung Legendaris di Center Court, Lower Ground, Mal Ciputra Jakarta, Rabu (12/8/2026), yang menghadirkan lebih dari 40 kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengajak Pelaku Kuliner Daerah Bukan Perkara Mudah
Membawa pelaku usaha kuliner dari berbagai daerah ke Jakarta memiliki tantangan tersendiri. Sebagian pemilik usaha sudah mempunyai pelanggan setia dan pasar yang kuat di kota asal.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara perlu melakukan pendekatan secara intensif. Bahkan, proses untuk meyakinkan beberapa pelaku usaha dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
Dalam kasus tertentu, pendekatan tersebut membutuhkan waktu lebih panjang. Penyelenggara harus menjelaskan manfaat yang bisa diperoleh pelaku usaha ketika memperkenalkan produknya kepada masyarakat Jakarta.
Kehadiran mereka di ibu kota di harapkan membuka peluang untuk menjangkau konsumen baru. Festival ini juga bisa menjadi sarana promosi bagi kuliner daerah yang sebelumnya lebih di kenal oleh masyarakat lokal.
Di sisi lain, Kampung Legendaris dapat menjadi tempat melepas rindu bagi para perantau. Mereka berkesempatan menikmati makanan khas kampung halaman tanpa harus pulang ke daerah asal.
Proses Pengolahan Makanan Ikut Mendapat Pengawasan
Penyelenggara tidak hanya memperhatikan rasa dan sejarah usaha. Proses pengolahan makanan selama festival juga menjadi bagian dari pengawasan.
Setiap tenant memperoleh area untuk menyiapkan maupun memasak hidangan. Tim penyelenggara melakukan pemeriksaan terhadap area tersebut guna memastikan proses pengolahan berjalan sesuai ketentuan.
Sejumlah pelaku usaha juga membawa bahan baku langsung dari daerah masing-masing. Cara tersebut membantu mereka mempertahankan karakter dan cita rasa hidangan yang selama ini menjadi ciri khas.
Namun, pengiriman bahan dari luar Jakarta tentu menambah kebutuhan logistik. Faktor tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga makanan selama festival.
Penyelenggara berupaya menjaga harga agar tetap sepadan dengan produk yang di terima konsumen. Mereka juga ingin membuat kuliner legendaris Nusantara semakin mudah di jangkau berbagai kelompok masyarakat.
Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang di harapkan tertarik mencicipi makanan tersebut. Melalui festival seperti Kampung Legendaris, mereka dapat mengenal lebih banyak hidangan tradisional sekaligus memahami kekayaan kuliner dari berbagai daerah Indonesia.
Pada akhirnya, Kampung Legendaris tidak sekadar menjadi tempat berburu makanan. Festival ini juga membuka ruang pertemuan antara pelaku UMKM daerah dan konsumen baru. Di tengah perayaan HUT ke-81 RI, keberagaman hidangan yang hadir sekaligus memperlihatkan kekayaan kuliner yang di miliki Indonesia.