Claude Opus 5 menjadi model kecerdasan buatan terbaru yang Anthropic kembangkan untuk kebutuhan sehari-hari. Anthropic merancang model ini sebagai asisten virtual yang mampu membantu berbagai aktivitas pengguna. Kemampuannya bahkan hampir menyamai Claude Fable 5. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat sempat melarang peredaran Claude Fable 5 karena menilai model tersebut terlalu berbahaya. Setelah dua minggu, pemerintah kembali mengizinkan model itu beredar. Melalui Claude Opus 5, Anthropic ingin menghadirkan AI berperforma tinggi dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat dan kalangan profesional.

Claude Opus 5 Dirancang sebagai Asisten AI Serbaguna

Anthropic mengembangkan Claude Opus 5 dengan fokus pada kebutuhan pengguna sehari-hari. Berbeda dari model sebelumnya, Opus 5 tidak hanya mengutamakan analisis ilmiah, pemrograman tingkat lanjut, dan pengolahan data kompleks. Model ini juga mempermudah pengguna dalam menyelesaikan pekerjaan rutin.

Claude Opus 5 memahami konteks percakapan dengan lebih baik. Model ini juga memberikan respons lebih cepat dan terasa alami. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk mengatur jadwal, merangkum dokumen, mengolah e-mail, menyusun tulisan, hingga membantu mengambil keputusan.

Model ini juga mampu mempertahankan konteks percakapan dalam waktu yang lebih lama. Claude Opus 5 mengenali preferensi pengguna selama sesi berlangsung. Karena itu, jawaban yang diberikan terasa lebih relevan dan tetap objektif.

Anthropic meluncurkan Claude Opus 5 tidak lama setelah Claude Fable 5 mencuri perhatian dunia. Saat itu, Fable 5 berhasil membantu memecahkan Jacobian Conjecture yang telah menjadi teka-teki matematika selama 87 tahun.

Meski demikian, hasil benchmark internal menunjukkan Claude Opus 5 sebagai model paling cerdas di keluarga Claude 5. Model ini unggul dalam komputasi umum, pemahaman bahasa alami, dan otomatisasi tugas kompleks. Sementara itu, Claude Fable 5 tetap lebih fokus pada logika simbolik dan penalaran matematika.

Mampu Mengoreksi Kesalahan dan Membuat Alat Sendiri

Anthropic melengkapi Claude Opus 5 dengan kemampuan memeriksa hasil kerjanya sendiri. Model ini dapat menemukan kesalahan selama proses berlangsung. Setelah itu, sistem langsung memperbaikinya tanpa bantuan pengguna.

Claude Opus 5 juga mampu membuat alat bantu secara otomatis. Ketika sebuah tugas membutuhkan fungsi tambahan, model ini akan menentukan kebutuhannya terlebih dahulu. Selanjutnya, sistem langsung membuat alat yang di perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Fitur tersebut sangat penting bagi agen AI yang bekerja dalam waktu lama. Banyak model lama kehilangan arah saat mengerjakan tugas panjang. Akibatnya, kesalahan terus bertambah. Anthropic mengklaim Claude Opus 5 mampu menjaga konsistensi dan mengurangi risiko tersebut.

Anthropic juga meningkatkan kemampuan riset ilmiah di bandingkan Claude Opus 4.8. Peningkatan terbesar terlihat pada bidang kimia organik. Claude Opus 5 dapat menganalisis data spektroskopi dan memperkirakan struktur molekul. Biasanya, pekerjaan itu hanya dapat di lakukan oleh ahli kimia berpengalaman.

Claude Opus 5

Ilustrasi Anthropic Claude.

Pengguna Bisa Mengatur Tingkat Pemikiran AI

Claude Opus 5 menghadirkan fitur pengaturan tingkat usaha atau effort. Melalui fitur ini, pengguna dapat menentukan seberapa dalam model menganalisis suatu persoalan.

Untuk pertanyaan sederhana, pengguna cukup memilih tingkat usaha rendah. Pilihan tersebut menghasilkan respons lebih cepat sekaligus menghemat biaya. Sebaliknya, pengguna dapat memilih tingkat usaha tinggi saat membutuhkan analisis yang lebih mendalam.

Anthropic menyatakan Claude Opus 5 tetap mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di bandingkan sejumlah model AI lain. Klaim tersebut berlaku terutama pada berbagai alur kerja bisnis.

Fokus pada Keamanan dan Kepatuhan

Anthropic juga menjadikan keamanan sebagai prioritas utama. Perusahaan menyebut Claude Opus 5 sebagai model AI paling aman yang pernah mereka kembangkan. Anthropic juga mengklaim model ini paling sulit dimanipulasi untuk melakukan aktivitas berbahaya.

Perusahaan mengambil langkah tersebut setelah berbagai insiden keamanan meningkatkan kewaspadaan industri AI terhadap potensi penyalahgunaan model kecerdasan buatan.

Audit perilaku otomatis menunjukkan Claude Opus 5 memperoleh skor 2,30 pada skala perilaku yang tidak sejalan dengan tujuan sistem. Nilai tersebut menjadi yang terendah di antara seluruh model Claude terbaru. Opus 4.8, Mythos 5, dan Sonnet 5 mencatat skor yang lebih tinggi.

Anthropic menilai hasil itu menunjukkan tingkat kepatuhan Claude Opus 5 terhadap Claude Constitution sangat tinggi. Selain itu, model ini memiliki kecenderungan paling rendah untuk melakukan tindakan manipulatif.

Harga Lebih Murah dengan Performa Kompetitif

Anthropic menawarkan Claude Opus 5 dengan harga sekitar separuh Claude Fable 5. Padahal, kemampuan kedua model tersebut hampir setara pada banyak jenis pekerjaan.

Anthropic menetapkan biaya 5 dollar AS atau sekitar Rp90.000 untuk setiap satu juta token input. Perusahaan juga mengenakan biaya 25 dollar AS atau sekitar Rp450.000 per satu juta token output.

Sebagai perbandingan, Claude Fable 5 memerlukan biaya 10 dollar AS atau sekitar Rp180.000 per satu juta token input. Sementara itu, biaya output mencapai 50 dollar AS atau sekitar Rp900.000 per satu juta token output.

Satu juta token setara dengan sekitar 750.000 kata. Dengan biaya input sebesar 5 dollar AS, pengguna sudah dapat memproses dokumen yang sangat besar. Ukurannya bahkan setara sebuah novel dengan ketebalan sedang.

Kombinasi performa tinggi, keamanan yang lebih baik, fitur koreksi otomatis, dan harga kompetitif membuat Claude Opus 5 layak menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan asisten AI untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari.