Kota Lama Semarang – Musim Libur sekolah tahun 2026 membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Jawa Tengah. Sejumlah destinasi wisata mengalami lonjakan jumlah pengunjung, terutama kawasan bersejarah Kota Lama Semarang yang kembali menjadi pilihan utama wisatawan. Peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata sejarah, budaya, dan ruang publik yang nyaman masih sangat tinggi.

Selain Kota Lama Semarang, sejumlah objek wisata lain seperti Candi Prambanan, Dataran Tinggi Dieng, hingga pantai-pantai di wilayah selatan Jawa Tengah juga mencatatkan pertumbuhan jumlah wisatawan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan industri pariwisata daerah selama musim liburan.

Kota Lama Semarang Catat Lonjakan Pengunjung

Kawasan Kota Lama Semarang berhasil mencatatkan jumlah kunjungan yang sangat tinggi sepanjang masa libur sekolah. Berdasarkan data sementara yang di himpun pemerintah provinsi, total wisatawan yang datang ke kawasan tersebut telah mendekati 236 ribu orang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 40 hingga 50 persen di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Rata-rata kunjungan harian ke Kota Lama mencapai sekitar 21.700 wisatawan. Mayoritas pengunjung berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sementara wisatawan mancanegara juga turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Data sementara menunjukkan wisatawan domestik mendominasi dengan jumlah sekitar 235.900 orang, sedangkan wisatawan asing mencapai sekitar 2.400 kunjungan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan masih terus berlangsung.

Wisata Sejarah Masih Menjadi Daya Tarik Utama

Tingginya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Lama membuktikan bahwa kawasan bersejarah tetap memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat. Keindahan bangunan bergaya kolonial, ruang publik yang tertata, berbagai pilihan kuliner, hingga beragam aktivitas seni menjadikan kawasan ini sebagai destinasi yang cocok untuk seluruh kalangan.

Selain menawarkan nilai sejarah, Kota Lama juga menghadirkan suasana yang nyaman bagi wisatawan yang ingin menikmati waktu bersama keluarga maupun teman selama libur sekolah.

Keberhasilan pengelolaan kawasan tersebut turut mendukung meningkatnya minat wisatawan untuk kembali berkunjung. Perbaikan fasilitas, penataan kawasan, dan kemudahan akses menjadi beberapa faktor yang ikut mendorong peningkatan jumlah pengunjung.

Wisatawan menikmati suasana Kota Lama Semarang yang ramai dikunjungi saat musim libur sekolah 2026.

Suasana Kota Lama Semarang di padati pengunjung dari luar kota selama libur Lebaran, Senin (23/3/2026).

Destinasi Wisata Lain di Jawa Tengah Ikut Ramai Di kunjungi

Tidak hanya Kota Lama Semarang, berbagai destinasi wisata lain di Jawa Tengah juga mengalami peningkatan jumlah wisatawan selama musim libur sekolah.

Candi Prambanan yang berada di wilayah Kabupaten Klaten menjadi salah satu destinasi dengan jumlah pengunjung tertinggi. Objek wisata warisan budaya dunia tersebut berhasil menarik lebih dari 251 ribu wisatawan selama periode liburan.

Sementara itu, wisata religi Makam Aulia Syeh Maulana Maghribi di Kabupaten Batang juga menjadi tujuan favorit dengan total kunjungan mencapai sekitar 175 ribu wisatawan.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara tetap mempertahankan popularitasnya sebagai destinasi wisata alam pegunungan. Panorama alam yang sejuk serta berbagai objek wisata menarik membuat kawasan ini di kunjungi lebih dari 116 ribu wisatawan.

Adapun kawasan Rowo Jombor di Kabupaten Klaten turut masuk dalam daftar destinasi favorit dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 77 ribu orang selama masa libur sekolah.

Pantai Selatan Mulai Menjadi Pilihan Wisata Baru

Selain destinasi wisata yang sudah lama populer, pemerintah juga mencatat adanya perubahan tren perjalanan wisata masyarakat pada tahun ini. Pantai-pantai yang berada di wilayah selatan Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kebumen dan Purworejo, mengalami peningkatan jumlah kunjungan yang cukup signifikan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa wisatawan mulai mencari pengalaman berbeda dengan memilih destinasi wisata alam yang menawarkan suasana lebih tenang serta panorama pantai yang masih alami.

Kemudahan akses menuju kawasan pantai selatan, pembangunan infrastruktur yang semakin baik. Serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau menjadi beberapa faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur ke wilayah tersebut.

Perubahan pola perjalanan wisata ini juga memberikan peluang bagi daerah-daerah yang sebelumnya belum menjadi tujuan utama wisatawan agar semakin berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Rekapitulasi Data Masih Terus Berjalan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa data kunjungan wisata selama musim libur sekolah masih bersifat sementara. Seluruh kabupaten dan kota masih melakukan proses pelaporan sehingga jumlah pengunjung di perkirakan masih akan mengalami perubahan.

Rekapitulasi lengkap di jadwalkan selesai pada pertengahan Juli 2026 setelah seluruh data dari masing-masing daerah berhasil di himpun.

Meski demikian, tren sementara menunjukkan bahwa sektor pariwisata Jawa Tengah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di bandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pengembangan industri pariwisata daerah. Sekaligus memperlihatkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama musim liburan.