Xiaomi – terus memperkuat pengembangan teknologi internal untuk mendukung ekspansinya di industri kendaraan pintar. Perusahaan teknologi asal China tersebut memperkenalkan Xring D100, chip kecerdasan buatan (AI) yang di kembangkan untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi, termasuk sistem intelligent driving pada kendaraan.
Xring D100 disebut sebagai chip untuk teknologi berkendara pintar pertama di China yang menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer (nm). Kehadirannya menjadi bagian dari langkah Xiaomi untuk menguasai lebih banyak komponen penting dalam ekosistem teknologi yang di kembangkan perusahaan.
Selama ini, kendaraan listrik Xiaomi masih mengandalkan teknologi dari pemasok eksternal untuk menangani kebutuhan komputasi sistem berkendara pintar. Di lansir dari CarNewsChina, Jumat (28/8/2026), Xiaomi SU7 dan YU7 masih menggunakan chip Nvidia dengan kemampuan komputasi mencapai 700 TOPS.
Pengembangan D100 memberikan peluang bagi Xiaomi untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut. Selain untuk kendaraan, perusahaan juga memperkenalkan chip ini untuk mendukung perangkat lain, mulai dari smartphone hingga perangkat berbasis AI.
Xring D100 Dibekali CPU 20-Core dan NPU 16-Core
Xiaomi membekali Xring D100 dengan spesifikasi yang di tujukan untuk menangani kebutuhan komputasi kecerdasan buatan dalam skala besar. Chip tersebut memiliki CPU 20-core yang di padukan dengan NPU 16-core.
Kombinasi tersebut memungkinkan D100 memproses berbagai tugas AI yang di butuhkan oleh sistem berkendara pintar. Selain itu, chip ini mendukung kapasitas memori hingga 160 GB, sehingga dapat menangani model kecerdasan buatan berukuran besar secara lokal.
Kemampuan pemrosesan lokal menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kendaraan pintar. Dengan spesifikasi tersebut, Xring D100 disebut dapat menjalankan model AI dengan parameter mencapai 200 miliar.
Kapasitas tersebut sekaligus membuka peluang bagi Xiaomi untuk mengembangkan sistem kendaraan yang semakin kompleks. Pemrosesan data dalam jumlah besar dapat dilakukan langsung melalui perangkat tanpa sepenuhnya bergantung pada komputasi eksternal.
Terintegrasi dengan Sistem Intelligent Driving XLA
Keunggulan lain yang di tawarkan Xring D100 berasal dari peluang integrasinya dengan teknologi berkendara pintar milik Xiaomi. Perusahaan dapat mengoptimalkan chip tersebut agar bekerja langsung bersama sistem end-to-end intelligent driving XLA.
Pendekatan ini berbeda di bandingkan penggunaan chip yang dikembangkan oleh pemasok eksternal. Chip yang bersifat lebih umum biasanya membutuhkan sejumlah penyesuaian, termasuk adaptasi serta kuantisasi, agar dapat bekerja secara optimal dengan sistem kendaraan tertentu.
Sementara itu, Xring D100 sejak awal dapat di kembangkan berdasarkan kebutuhan teknologi Xiaomi. Perusahaan mempunyai keleluasaan lebih besar dalam mengatur aliran data, akses memori, serta kebutuhan pemrosesan yang berkaitan dengan model XLA.
Integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak tersebut berpotensi membantu Xiaomi meningkatkan efisiensi sistem berkendara pintarnya. Terlebih, perusahaan dapat melakukan pengembangan teknologi dari berbagai sisi tanpa sepenuhnya bergantung pada solusi pihak ketiga.

Chip Xring D100 terbaru dari Xiaomi.
Kemampuan Komputasi Di Perkirakan Tembus 1.000 TOPS
Dalam hal performa, Xring D100 di perkirakan memiliki kemampuan komputasi sekitar 700 hingga 1.000 TOPS. Jika angka tersebut terealisasi pada versi produksinya, D100 akan masuk dalam kelompok chip berkemampuan tinggi untuk sektor kendaraan pintar.
Performa tersebut menempatkan chip Xiaomi di kelas yang sebanding dengan sejumlah teknologi yang di kembangkan produsen otomotif China lainnya. Beberapa di antaranya adalah chip Turing milik Xpeng serta Xuanji A3 yang di kembangkan BYD.
Pengembangan chip secara mandiri juga memberikan keuntungan strategis bagi Xiaomi. Perusahaan berpeluang mempunyai kontrol lebih besar terhadap berbagai komponen yang membentuk sistem komputasi kendaraan.
Mulai dari chip, domain controller, hingga perangkat lunak dasar Board Support Package (BSP) dapat di kembangkan sebagai satu kesatuan. Strategi tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal, tetapi juga dapat membantu menekan biaya Bill of Materials (BOM) ketika volume produksi telah mencapai skala besar.
Xring D100 Belum Siap Di Gunakan Secara Massal
Walaupun menawarkan spesifikasi menjanjikan, Xring D100 belum akan langsung di gunakan pada kendaraan produksi Xiaomi. Chip tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum dapat di terapkan secara komersial.
Salah satu proses yang harus di lewati adalah sertifikasi untuk standar otomotif. Selain itu, Xiaomi masih perlu melakukan validasi dalam skala besar untuk memastikan performa, stabilitas, dan keandalan chip ketika di gunakan dalam berbagai kondisi berkendara.
Proses integrasi dengan sistem XLA juga masih perlu di sempurnakan. Tahapan tersebut menjadi penting karena chip untuk kendaraan harus mampu bekerja secara konsisten dalam mendukung berbagai fungsi sistem intelligent driving.
Sampai saat ini, Xiaomi belum mengungkap kendaraan pertama yang nantinya akan menggunakan Xring D100. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah penggunaan chip tersebut pada pembaruan Xiaomi YU7 pada tahun berikutnya. Namun, kemungkinan itu masih berupa perkiraan dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari perusahaan.
Xiaomi Bangun Ekosistem Teknologi Otomotif Sendiri
Kehadiran Xring D100 memperlihatkan arah pengembangan bisnis otomotif Xiaomi yang semakin luas. Perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada produksi kendaraan listrik atau pengembangan perangkat lunak untuk sistem berkendara pintar.
Xiaomi mulai masuk lebih dalam ke teknologi dasar dengan merancang chip yang berperan sebagai pusat pemrosesan berbagai fungsi kecerdasan buatan. Strategi tersebut berpotensi memberikan perusahaan kendali lebih besar terhadap pengembangan perangkat keras sekaligus perangkat lunak kendaraan.
Apabila seluruh proses pengembangan hingga produksi massal berjalan sesuai rencana, Xring D100 dapat menjadi komponen penting dalam ekosistem kendaraan pintar Xiaomi. Chip tersebut juga menunjukkan upaya perusahaan membangun teknologi otomotif yang semakin terintegrasi, mulai dari perangkat komputasi hingga sistem AI yang menjalankan berbagai fitur pintar pada kendaraan.