Johor Darul Ta’zim (JDT) – kembali mencatat pencapaian besar dalam perjalanan klub. Wakil Malaysia tersebut berhasil membukukan rekor dunia setelah memperpanjang catatan tanpa kekalahan menjadi 109 pertandingan di kompetisi domestik.
Kepastian itu diperoleh setelah JDT menundukkan Kuching City dengan skor meyakinkan 3-0. Pertandingan Piala Sultan Haji Ahmad Shah 2026 atau Malaysian Charity Shield tersebut berlangsung di Sultan Ibrahim Stadium, Johor Bahru, Jumat (21/8/2026).
Tambahan kemenangan tersebut membuat JDT melewati rekor yang sebelumnya dipegang ASEC Mimosas. Klub asal Pantai Gading itu pernah menjalani 108 pertandingan tanpa kekalahan pada rentang 1989 hingga 1994.
JDT sebenarnya sudah menyamai pencapaian ASEC Mimosas pada pertandingan terakhir musim sebelumnya. Ketika itu, Harimau Selatan tampil sangat dominan dan menghancurkan Kelantan The Real Warriors dengan skor telak 14-1.
Kemenangan tersebut juga membawa JDT mengamankan gelar Liga Super Malaysia untuk ke-12 secara berturut-turut. Kini, keberhasilan mencapai 109 laga semakin mempertegas dominasi mereka dalam sepak bola Malaysia.
Transformasi JDT Dimulai Sejak 2012
Perjalanan JDT menuju posisi sebagai kekuatan utama sepak bola Malaysia tidak berlangsung secara instan. Transformasi besar mulai berjalan ketika Tunku Ismail Idris terlibat dalam pengelolaan sepak bola Johor pada 2012.
Putra Mahkota Johor yang juga menjadi pemilik klub tersebut kemudian melakukan berbagai perubahan. Salah satu langkah penting adalah mengonsolidasikan sejumlah klub di negara bagian Johor menjadi sebuah entitas bernama Johor Darul Ta’zim.
Setelah proses tersebut berjalan, manajemen mulai meningkatkan kualitas skuad. Mereka mendatangkan sejumlah pemain yang sebelumnya memiliki pengalaman di level sepak bola internasional.
Dani Guiza menjadi salah satu nama besar yang bergabung pada 2012. Mantan penyerang Timnas Spanyol itu didatangkan untuk menambah kekuatan lini serang Harimau Selatan.
Setahun kemudian, JDT kembali melakukan gebrakan. Klub mendatangkan mantan gelandang Timnas Argentina, Pablo Aimar. Kehadirannya meningkatkan kualitas sekaligus menambah pengalaman di lini tengah.
Strategi tersebut mulai menghasilkan prestasi pada 2014. JDT sukses mendapatkan gelar Liga Super Malaysia untuk pertama kalinya. Sejak keberhasilan itu, Harimau Selatan terus mempertahankan status sebagai penguasa kompetisi liga.
Infrastruktur dan Manajemen Menjadi Fondasi Kesuksesan
Transformasi JDT tidak hanya berfokus pada komposisi pemain. Klub juga melakukan investasi besar untuk memperkuat fasilitas serta sistem pengelolaan organisasi.
Peran Tunku Ismail semakin besar ketika menjadi pemegang saham mayoritas pada 2016. Setelah itu, klub mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan profesionalisme di berbagai sektor.
JDT kemudian memiliki stadion dengan kapasitas sekitar 40.000 penonton. Stadion tersebut menjadi markas utama Harimau Selatan dalam menjalani pertandingan kandang.
Selain stadion, klub membangun kompleks latihan yang berdiri di lahan sekitar 39 hektare. Pengembangan fasilitas tersebut mengambil inspirasi dari kompleks latihan yang dimiliki raksasa Spanyol, Real Madrid.
Investasi juga terus dilakukan pada sektor pemain. JDT secara konsisten memburu pemain terbaik Malaysia dan mendatangkan sejumlah legiun asing untuk memperkuat tim.
Tidak berhenti sampai di sana, struktur manajemen turut mendapat perhatian. Pada 2026, klub menunjuk mantan pemain Liverpool dan Timnas Spanyol, Luis Garcia, untuk menjalankan tugas sebagai CEO.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan JDT tidak hanya bergantung pada performa pemain di lapangan. Pengembangan fasilitas, kualitas manajemen, dan strategi perekrutan juga menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi prestasi.

Johor Darul Ta’zim (JDT).
JDT Mendominasi Sepak Bola Malaysia
Dominasi JDT terlihat dari koleksi gelar yang terus bertambah. Harimau Selatan berhasil mencatat empat quadruple secara beruntun, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi mereka di berbagai kompetisi domestik.
Selain itu, JDT memiliki rangkaian gelar liga terpanjang yang masih aktif dalam sepak bola dunia. Mereka mampu mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama Liga Super Malaysia selama bertahun-tahun.
Sementara itu, perjalanan tanpa kekalahan di kompetisi domestik telah berlangsung sejak 2021. Konsistensi tersebut akhirnya membawa JDT mencapai angka 109 pertandingan sekaligus melewati pencapaian ASEC Mimosas.
Rekor tersebut semakin memperkuat posisi Harimau Selatan sebagai klub dominan di kawasan Asia Tenggara.
Prestasi JDT Mulai Menjangkau Level Asia
Keberhasilan JDT juga tidak terbatas pada sepak bola Malaysia. Klub tersebut pernah mencatat sejarah penting di tingkat Asia melalui keberhasilan menjuarai Piala AFC 2015.
Pencapaian tersebut membuat JDT menjadi klub Asia Tenggara pertama sekaligus satu-satunya yang mampu mengangkat trofi turnamen tersebut.
Dalam beberapa musim terakhir, perkembangan JDT pada kompetisi Asia juga terus terlihat. Performa mereka di AFC Champions League Elite menunjukkan peningkatan dan membawa klub melangkah semakin jauh.
Pada musim lalu, JDT untuk pertama kalinya berhasil mencapai babak perempat final. Namun, perjalanan Harimau Selatan akhirnya berhenti setelah mereka takluk 1-2 dari Al Ahli.
Tim yang menyingkirkan JDT tersebut kemudian berhasil melanjutkan perjalanan hingga menjadi juara.
Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian di kompetisi Asia memperlihatkan perkembangan signifikan JDT. Dengan dukungan fasilitas modern, struktur pengelolaan profesional, serta skuad berkualitas, Harimau Selatan terus membangun kekuatan untuk bersaing di tingkat regional.
Kini, catatan 109 pertandingan tanpa kekalahan menjadi pencapaian terbaru dalam perjalanan panjang tersebut. Rekor dunia itu sekaligus menegaskan konsistensi Johor Darul Ta’zim dalam mempertahankan dominasinya di sepak bola domestik.