Arus Lalu Lintas – menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada H+3 Lebaran menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Di bandingkan dengan hari sebelumnya atau H+2 Lebaran, jumlah kendaraan yang melintas dari arah Jakarta tercatat berkurang sekitar 25 persen.

Penurunan ini menjadi indikator mulai meredanya lonjakan wisatawan yang sebelumnya memadati jalur wisata tersebut selama libur Lebaran. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kondisi lalu lintas pada hari ketiga setelah Lebaran relatif lebih terkendali di bandingkan hari sebelumnya yang sempat mengalami peningkatan volume kendaraan cukup tinggi.

Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, menjelaskan bahwa penurunan arus kendaraan ini terlihat jelas sejak pagi hari. Menurutnya, volume kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak dari Jakarta mengalami pengurangan yang cukup signifikan, sehingga kondisi lalu lintas lebih mudah diatur.

Penerapan Sistem One Way untuk Antisipasi Kepadatan

Meski terjadi penurunan volume kendaraan, pihak kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way. Kebijakan ini mulai di terapkan sejak pukul 08.00 WIB dari arah Jakarta menuju Puncak.

Langkah tersebut di ambil sebagai upaya untuk mengakomodasi arus kendaraan wisatawan yang masih menuju kawasan Puncak, sekaligus mencegah terjadinya kepadatan di titik-titik rawan. Sistem one way di nilai efektif dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama pada masa libur panjang seperti Lebaran.

Penerapan rekayasa lalu lintas ini juga dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Dengan adanya pengaturan ini, kendaraan dari arah bawah atau Jakarta dapat mengalir lebih lancar tanpa hambatan berarti.

Data Kendaraan Menunjukkan Penurunan hingga Ribuan Unit

Berdasarkan data yang di himpun dari jalur Tol Jagorawi, jumlah kendaraan yang memasuki kawasan Puncak pada pagi hari tercatat sekitar 5.000 unit. Angka ini mengalami penurunan cukup drastis di bandingkan hari sebelumnya yang mencapai sekitar 8.000 kendaraan pada waktu yang hampir sama.

Artinya, terdapat selisih penurunan sekitar 3.000 kendaraan dalam kurun waktu satu hari. Penurunan ini menunjukkan bahwa puncak arus wisatawan kemungkinan telah terjadi pada H+2 Lebaran, sementara pada H+3 mulai mengalami penurunan.

Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan Puncak yang selama libur Lebaran di kenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Jawa Barat.

Sejumlah kendaraan memadati jalur wisata Puncak di Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/3/2026).

Tiga Titik Rawan Tetap Jadi Perhatian Utama

Meskipun volume kendaraan menurun, pihak kepolisian tetap mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah titik rawan. Terdapat tiga lokasi utama yang menjadi perhatian karena kerap menjadi titik hambatan arus lalu lintas.

Ketiga titik tersebut berada di kawasan Pasir Muncang, Megamendung, dan Pasar Cisarua. Area-area ini di kenal memiliki tingkat kepadatan tinggi, terutama saat arus wisata meningkat.

Kondisi geografis, aktivitas masyarakat, serta pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah menjadi faktor utama yang menyebabkan ketiga titik tersebut rawan kemacetan.

Ratusan Personel Dikerahkan untuk Pengamanan Jalur

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan mengantisipasi potensi hambatan, sebanyak 250 personel gabungan di kerahkan di sepanjang jalur Puncak. Personel tersebut berasal dari Polres Bogor, Polda Jawa Barat, hingga Mabes Polri.

Mereka di tempatkan di sepanjang jalur sepanjang 22,5 kilometer guna melakukan pengaturan lalu lintas serta mencegah terjadinya crossing kendaraan yang dapat memperlambat arus.

Selain itu, kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman kepada pengguna jalan serta memastikan rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana.

Dengan langkah pengamanan ini, di harapkan arus kendaraan menuju Puncak tetap terkendali meskipun masih terdapat aktivitas wisata selama libur Lebaran.